Alasan Mengevakuasi Diri

Tidak sedikit orang yang memaksakan diri tetap bertahan di rumahnya, meski banjir telah merendam dan berkecenderungan terus naik. Mereka tentu punya alasan tersendiri, meski menurut saya pilihan bertahan di rumah ketika banjir melanda bukanlah keputusan bijak.

Jalanan utama perumahan telah terendam banjir setinggi dada saya, meski air baru masuk ke rumah sebatas mata kaki ketika saya (menganjurkan) mengevakuasi keluarga (dan diri) sewaktu banjir melanda kemarin. Saya tentu punya pertimbangan sendiri, berikut diantaranya:
Continue reading →

, ,

Berakhir Pekan Di Pengungsian

Saya menuliskan jurnal ini dari lokasi pengungsian. Tepatnya di rumah mertua kakak saya di Jati Mekar yang alhamdulillah daerahnya relatif tinggi sehingga tidak terkena banjir *atau belum? Mungkin kurang tepat disebut pengungsian jika dibandingkan dengan makna kata pengungsian yang tergambar dalam benak kita selama ini, namun toh kenyataannya sudah dua keluarga mengungsi kesini dan nanti menyusul keluarga paman yang tengah menanti air agak surut untuk buru-buru mengevakuasi diri, bergabung kesini.
Continue reading →

, ,