Titik Balik

Hijrah, titik balik yang diberikan Allah berbeda-beda pada peristiwa datangnya hidayah seseorang. Tetapi hijrah yang sebenarnya baru terlihat bukan ketika seseorang memutuskan berjilbab, bukan ketika seseorang memutuskan utk berislam lebih baik dan meninggalkan hal-hal buruk yang dulu pernah dilakukan. Tetapi komitmen hijrah yang sebenarnya baru terlihat lama setelah itu. Bagaimana seorang hamba berusaha mempertahankan hidayah yang Allah telah berikan padanya. Bagaimana seorang hamba bersikukuh tetap pada jalan hijrahnya, tanpa tergoda tarikan-tarikan lain masa lalu yang tentu saja tidak gampang disuruh pergi.

Dikutip dari Asma dalam hikmah dari silaturahimnya ke kang Gito. Dalam banyak hal, pola umumnya menyatakan mempertahankan memang jauh lebih sulit dibanding meraih dan ya musibah terbesar dalam kehidupan adalah ketika melemahnya iman, begitu nasehat pak Andevi *seorang tetangga dalam banyak kesempatan.

Possibly Related Posts:

Readers who viewed this page, also viewed:

Subscribe: get DHIKA DG delivered by email

3 comments

#1 cahyo on 03.22.07 at 8:19 am

setuju kang ! ;-)

#2 Yusuf Alam R on 03.22.07 at 11:49 am

setidaknya hijrah mental pikiran dan orientasi niat kita berubah… sabar dalam komitmen apa yang ada dalam perubahan mental pikiran dan orientasi niat… harus diperjuangkan… itu syarat kalo mau berubah… beraaatttt bangeettttt

#3 zaki on 03.23.07 at 2:59 pm

Kurva sejak Titik Balik, bagi beberapa orang bisa jadi Eksponensial, tapi bagi kebanyakan mungkin hanya Akar Kuadrat. Semuanya harus disyukuri, selama gradiennya tidak negatif.

Bagaimana kalau lemahnya iman, jadi rutinitas?
Seolah hati mati berkali-kali..

Salam.

Leave a Comment