Sudah sedemikiankah kalian tidak punya uang,
sehingga bensin kalian irit sedemikian,
sehingga enggan memutar jauh sedikit,
dan lebih memilih berkendara melawan arus?
Sudah sedemikiankan kalian tidak punya waktu,
sehingga waktu kalian irit sedemikian,
sehingga enggan menunggu lama sedikit,
dan lebih memilih melanggar lampu merah?
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya sopan santun,
sehingga etika kalian irit sedemikian,
sehingga enggan mengantri lama sedikit,
dan lebih memilih berkendara di atas trotoar hak pejalan kaki?
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya rasa malu,
sehingga rasa malu kalian irit sedemikian,
sehingga enggan mengaku bersalah,
dan lebih memilih mencaci pengguna jalan yang taat aturan?
Sudah sedemikiankan kalian tidak punya keberanian,
sehingga keberanian kalian irit sedemikian,
sehingga enggan berbuat ksatria,
dan lebih memilih berbuat ugal-ugalan dalam keramaian?
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya rasa keadilan,
sehingga rasa keadilan kalian irit sedemikian,
sehingga enggan berhenti apabila berbuat merugikan,
dan lebih memilih berhenti hanya apabila dirugikan?
ps: dikopas (dengan sedikit perbaikan) tanpa izin dari sini. Eh Ga, bikin badge-nya dong!
Possibly Related Posts:
- Superfluous
- Menerobos Sungai Jakarta-Bekasi
- Ditabrak (lari) Di Jembatan Kemang Pratama
- Ricuh Pengelolaan Kebersihan Keamanan RW 36 Kemang Pratama 2
- Ajakan Diskusi Tim Swakelola Tidak Ditanggapi
Readers who viewed this page, also viewed:
- Rajab 1429
- Mohon Doa Restu, Pembukaan Toko Sarung Tenun
- Superfluous
- Mencoba BSM Net Banking
- Sms Spam XL 818






18 comments ↓
Ayo kampanye berkendaraan motor yang sehat… saya yg juga pengendara motor, juga punya uneg2 utk para pengendara motor lainnya, terkait dengan lampu rem motor yang tidak sopan..
kena banget tuch puisi, emang tuch bikers yang kaya gitu suka nyebelin. gua cuman jaga jarak karna ada orang jalan kaki didepan aja, motor blk maen klakson. kadang bikers2 seruntulan gitu gua pelototin dan gua maki2, alhamdulillah suka diingetin ama istri di blk supaya sabar .
alhamdulillah… ada surat terbuka seperti di atas jadi inget sama diri sendiri… jzkllh bang… dah diingetin… mudahmudahan ada perbaikan ya…. mudahmudahan kesabaran yang sedikit ini, bisa ditambah sama 4JJI, amin. kadang bila bicara emosi… sayalah orang yang paling susah jaga emosi, kadang bila bicara tidak sabar… sayalah orang yang paling tidak sabar, kadang bila bicara memakai hak orang lain… sayalah orang yang selalu merompak hakhak orang lain… Astaghfirullah.
salam kenal, bro…
sepertinya situasi di atas ga cuman di Jakarta deh
mari kita mulai dari diri masing2 aja yak
hmm…yg sabar mas ya..
kadang memang kita perlu impor nurani dari negeri antah berantah, supaya pengendara speda motor kita bisa lebih tertibb…
hanya 68% pengendara motor yang begitu.. dan saya termasuk yang 22% nya
jakarta ya bgitu kondisinya sekarang, jadi merasa nih karna juga pengendara kendaraan bermotor roda dua..
Yes, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini dan mulai dari yang kecil; Jalanan akan aman secara gradual yang pada akhirnya akan menyokong negara yang aman
hmm… bulan2 pertama di jakarta, saya termasuk yang stress berat berhadapan dengan motor2… bahkan di zebra cross sekalipun. Bahkan di trotoar? gak boleh melamun deh kalau lagi jalan.. tau2 depan kita ada motor… Begitu juga nyebrang, meski udah ditalangin stpam, nerobooossss aja. Atau lagi nyebrang dengan santai karena dari jauh cuma ada 1 mobil kijang.. eiiiiiiiitsss tahu2 dari baliknya muncul motor dengan kecepatan tinggi nyalip kijang tsb dan ‘hendak’ nabrak… fiiiuh…
Tapi lama2 saya mikir2 juga, ga boleh marah2 ama pengendara motor, toh ga semuanya begitu kan. Banyak juga yang santun (amiiiiiiiiin), dan banyak juga yang suka jadi korban sesama pengendara motor…
Untuk kasus Jakarta, yang kata Bang Yos dalam sehari bisa bermunculan sekian ribu motor baru, entah apa strategi yang akan dijalankan pemerintah supaya jalan2 di jakarta tetap menyenangkan
Good Point, bos.
Saya mau copy-paste di situs saya kalau boleh. Biar yang punya motor juga baca juga, kebetulan saya juga pengendara motor dan mobil. SIM yang didapat pun legal, nggak pake calo dan susah banget dapetinnya.
Ibaratnya negara kita itu punya dualisme cara nyetir, motor banyak yang lawan arus karena pernah tinggal di amerika beberapa saat, jadi pas pulang ke ranah Jakarta jadi lupa daratan.
Kemaren gue nyetir motor juga hampir jatuh, gara2 ada motor suzuki capung yang main selonong boy. Trotoar di embat, dan gue juga di klakson kalau berhenti di lampu merah pas naik motor.
Keadaan ini sudah keterlaluan, ada yang taat dan sayangnya hanya sedikit.
# Dityo,
tentu boleh dong, diperkenankan sekali buat dikopas apalagi kalau juga di link
saya saban hari naek motor mas ke kantor, emang ngirit…
tapi ga semua bikers ugal-ugalan lo mas…
mas sehari2 naek kendaraan apa ya?
kepikiran tuk buat komunitas baru, IMB (bukan indonesian moslem blogger tapi indonesian moslem bikers)
numpang copy paste ya mas, gw juga sebel sama sesama pengendara motor yang seenaknya pake jalan raya! petuhi peraturan donk!!!
[…] http://dirgaa.com/archives/surat-terbuka-untuk-pengendara-motor-jakarta.html […]
numpang copy ya boz…
akan saya sebarkan di milis, paling gak ikut mengingatkan pentingnya disiplin lalu lintas..
salam
Wah! Memang tuh, para pengendara motor bnyk yg sialan! Padahal saya juga konsumen sepeda motor, dan jadi kena getah strereotip miring dari penghuni jalanan lain (pejalan kaki, pengendara mobil, dll..
Kalo aku cuma bisa berdo’a aja buat pengendara lalulintas yang melanggar aturan maupun merugikan pengendara lainya agar dia selalu celaka sendiri dan gak mencelakai orang lain.Amin 3x
yah harus pelan-pelan mas, begitulah, jumlah penduduk juga banyak, beda dengan singapura, sdkt diajak bersih2 ya mau, dimulai dari lingkungan kita aja deh.
Leave a Comment