Beberapa catatan ringan (relatif kurang kerjaan) terkait tangkapan gambar di atas dari seorang pengendara motor yang (hampir) tiap hari melewati jalan dimana dua papan petunjuk jalan ini terpasang:
- Ditemukan di Bekasi.
- Keduanya menunjukkan arah dan informasi yang sama.
- Yang hijau telah terpasang lama, yang coklat didirikan belakangan.
- Yang hijau terbaca jelas dari jarak yang wajar. Yang coklat, “itu tulisan apa sih dek? sang pengendara motor bertanya pada istri yang diboncengnya.”
- Ternyata yang coklat ada petunjuk versi Englishnya; cuma sayang agak sulit dibedakan antara tulisan dan oretan, alhasil sulit dibaca.
- Yang hijau dibuat oleh DLLAJ Kota Bekasi, yang coklat? DISHUB Kota Bekasi!
ndn (ngiklan dikit nih): ada koleksi baru di Pasar Batik, baru diunggah kemarin.
Possibly Related Posts:
Readers who viewed this page, also viewed:
- Mencoba BSM Net Banking
- Nominasi Blog Favorit: Edittag, Roniyuzirman dan Strategi Manajemen
- About
- Selamat Idul Fitri 1428 H






20 comments ↓
Komen kurang kerjaan jg ( :p ) : kalau ga salah (CMIIW), plang coklat itu ditujukan untuk pariwisata. Jadi arah yg ditunjukin di situ utk wisatawan.
# Hendra,
jadi kalo buat wisatawan, tulisan versi englishnya boleh gak jelas gitu?
itu bekasi sebelah mana sih?
ah ga penting mau kebaca atau enggak, yg penting dana proyek turun dan bisa dikorupsi
huaahaa…bener bang , sumpah, tulisan ga’ penting neh..(sorry bank).. coz gw dah ga di pulau jawa , ga’ ngeruh tuh plang.. Tapi , ga’ apa2 lah… sebagai pelengkap derita blog:) p
Salam Hangat & Jabat Erat
sorry ada beberapa kesalahan , bank= bang , ngeruh = ngaruh..maklum ya..dikejer argo warnet neh!
nanti ada yg ikut2an juga lagi
# daustralala,
jalan dari alun2 ke arah giant pas sebelahan ama kali, sorry bos agak lupa nama jalannya…
itu semacam contekan, bagaimana pemerintah mengurus kerjaannya.
masih mending terjadi duplikasi — better repeated than nothing –, lha kalo misalnya kelupaan nan kebablasan? seperti kasus banjir Jakarta.
tapi saya yakin, selalu ada upaya menuju perbaikan layanan pemerintah. hanya saja, kita belum bisa memastikan, kapan tingkat kepuasan layanan ini akan tereksitasi ke tingkat yang lebih nyaman…he2
Buset juga tuh yang coklat. Gak pernah denger a picture is worth a thousand words apa ya? Moso tanda panah aja diterjemahin? Gebleg. Belum lagi tulisan berukir begitu ditaro di papan petunjuk! Dan ukurannya!!! Busett.
Padahal yang ijo aja udah cukup nyebelin dengan tulisan trembelane multirupa begitu. Cerminan kualitas para hamba negara.
barangkali lagi bingung ngabisin duit…? *siul2*
Sang pengendara itu adalah Cak Dhika sedangkan yang dibonceng itu Ny. Dhika. Ya tho ?
# Dhika
Kebingunan milih font kali, makanya situ ajarin aja DISHUB.
Sekali-kalilah main ke Jogja atau Solo, disitu bukan hanya penunjuk dengan akasara Latin berbahasa Indonesia, tapi juga diberi aksara Jawa di bawahnya. Jangankan wisatawan, orang lokal yang modern dengan pendidikan barat kemungkinan juga gak bisa baca.hehhhee
mengalir terus…. deras tuch… buat pihak tertentu
kebanyakan ide makanya gitu
Pak, di updet dunk blognya-maaf OOT niy
- cuma mo mastiin klo pak dika tnyata temennya bu era tho
.. bu era nanyain saya knal pak dika dimana, sy jawab yaaa di dunia “nyata” ini lah
..salam kenal -lagi- pak..
Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk Wordpress/Blogspot dengan installasi mudah. Salam!
http://www.lintasberita.com/Lokal/Superfluous/
[…] sekarang; ternyata sudah (cukup) lama saya tidak login ke blog ini. Jadi mohon maaf bagi para penggemar dan segenap handai taulan kalau ternyata sudah lebih 30 hari belum ada entry […]
haha.. gak ngerti dah.. (no komen!!)
1. OKlah…cukup menghargai usaha pemerintah dengan memperhatikan untuk kepentingan wisatawan..
2. Hal penting lain adalah jangan sampai terjadi dua kepemimpinan… Apakah untuk masalah plang jalan raya saja saling “berebutan”?
3. Hal yang tak kalah penting adalah mari satukan langkah dari berbagai pengambil keputusan (DLLAJ atau DISHUB atau POLISI) untuk memperbaiki sistem perlalulintasan kita… (sebagai bukti nyata adalah sekarang pengendara motor atau mobil sudah tidak lagi disiplin pada saat lampu merah, batas zebra cross dilanggar..) Hal-hal kecil saja kita tidak memberi contoh apalagi hal besar lainnya… Maaf bukan bermaksud menyalahkan…untuk intropeksi saja… TQ.
Leave a Comment