Kamis pekan lalu saya mencoba membeli produk Shar-e (dibaca: syar’i) dari bank Muamalat. Produk ini agak sedikit berbeda dengan tabungan Ummat yang telah saya punya, meski sama-sama berjenis tabungan namun shar-e tidak menggunakan buku tabungan, hanya diberikan kartu yang berfungsi pula sebagai kartu ATM.
Penyetoran bisa dilakukan di kantor cabang Muamalat ataupun di kantor pos yang bertanda khusus, sementara penarikan hanya boleh dilakukan melalui gerai ATM. Bukan tanpa maksud saya membeli produk ini, saya merencanakan shar-e ini untuk menyimpan dana pengajian orang-orang dekat rumah, secara saya diminta menjadi tukang pegang uang padahal saya bukanlah tukang catat keuangan yang baik. ![]()
Sebelum bisa digunakan di gerai ATM, maka kartu ini harus diaktifkan dulu melalui SalaMuamalat, layanan phone banking 24 jam dari bank Muamalat. Kira-kira prosedurnya adalah kita harus memasukkan 16 digit nomor kartu, 10 digit nomor rekening, sequence number dan kode PIN yang telah diberikan. Nah, terasa ajaib karena tiap kali saya mencoba memasukkan kode PIN, maka selalu dijawab bahwa kode PIN yang saya masukkan salah. Setelah percobaan kelima, maka saya mengaku menyerah dan langsung menghubungi petugas jaga. Dengan melalui beberapa proses otentifikasi untuk memastikan bahwa saya adalah pemilik sah kartu Shar-e yang saya pegang, maka saya diizinkan masuk ke layanan reset PIN dengan memasukkan kode TIN. Namun keajaiban berulang karena tiap kali saya mencoba memasukkan kode TIN, selalu dijawab bahwa kode yang saya masukkan tidak sesuai. Kali ini saya tidak perlu menunggu sampai 5 kali, percobaan kedua gagal maka saya langsung menghubungi petugas jaga. Dan lebih ajaib karena dinyatakan bahwa kode TIN saya telah ‘rusak’ dan saya diminta datang ke kantor cabang tempat saya membeli Shar-e untuk dibuatkan kode PIN baru. *hayah…
Siang tadi saya sempatkan ke kantor Muamalat tempat saya membeli Shar-e dan setelah menunggu hampir 15 menit, maka sayapun mendapatkan kode PIN baru, namun tidak mendapatkan kode TIN. Ini berarti bahwa tiap kali saya mengalami masalah dengan PIN saya, maka saya perlu mendatangi kantor Muamalat tempat saya membeli Shar-e karena saya tidak lagi mempunyai kode TIN. Dan diakui bahwa kartu Shar-e dengan seri 907 memang mengalami masalah dengan pencetakan kode PIN dan TINnya, banyak yang tidak sesuai. *waduh…
Ok, beberapa hal yang mungkin bisa buat masukan:
- Jika kartu Shar-e seri 907 ini memang bermasalah, maka sebaiknya ditarik saja dan tidak dijual.
- Jika penarikan dirasa terlalu berat, maka seharusnya pembeli kartu Shar-e yang kebetulan menerima seri 907 ini selekasnya dikasih tahu bahwa ada kemungkinan kode PIN dan TINnya bermasalah sehingga sebaiknya melakukan aktivasi kartu di kantor tempat membeli sehingga tidak perlu bolak balik, meski tetap saja bakal kehilangan kode TIN.
- Memasukkan 16 digit nomor kartu tentulah relatif tidak sulit, namun tetap saja menghadirkan was-was apakah angka yang sudah saya masukkan sudah sesuai dengan yang tertera di kartu secara pesawat telepon saya bukanlah pesawat telepon yang mempunyai layar. Sehingga alangkah lebih baik jika tiap kali kita memasukkan nomor, maka mesin menyebutkan kembali nomor tersebut untuk memastikan sudah sesuai.
Tidak kapok sih dengan hal ini, cuma agak menyesal saja.
Possibly Related Posts:
- Mencoba BSM Net Banking
- Pengutipan Tulisan Tanpa Izin
- Salah Fokus
- Pasti Ada
- 5 Buku Dari Penerbit Bentang
Readers who viewed this page, also viewed:
- Mohon Doa Restu, Pembukaan Toko Sarung Tenun
- Lebih Baik Mencoba
- Comments in moderation
- Superfluous
- Bayar Tagihan Speedy Lewat KlikBCA






37 comments ↓
oo..jadi bendahara ya?? beberapa waktu yang lalu saya juga ditawaari shar’e secara kantornya sebelahan sama kantor saya, tapi karena merasa blm butuh, akhirnya saya ndak nyoba produk tetangga sebelah dulu denk…anywey endeswey informasi ini berharga sekali loh..thanks dhika
Saya jg termasuk salah satu pengguna shar-e (klo ndak salah sejak produk tersebut muncul). Alhamdulillah, pada saat aktivasi tidak ada masalah alias lancar-lancar saja. * Nomor seri saya kebetulan 900, bukan 907
Selama menggunakan shar-e, ada beberapa hal jg yg membuat hati kurang nyaman :
1. Saya pernah 2x tarik tunai dg jumlah masing2 Rp 500rb dan Rp 1Jt. Pesan transaksi gagal, uang tdk keluar, namun jumlah saldo saya terdebet sejumlah transaksi di atas. Ketika saya laporkan ke petugas jaga via telepon, saya harus menunggu klaim pengganti selama 2 pekan
* Alhamdulillah, waktu itu msh ada ATM lain yg ada saldonya. Saya ndak bisa bayangkan, gimana rasanya jk dana tsb dibutuhkan mendesak, sementara tdk ada dana lain yg bisa dipakai, tentu sangat menyedihkan bukan ?
2. Pernah jg saya harus transfer dana via phone banking ke rekening muammalat teman yg istrinya sedang dirawat di RS. Berkali2 pesan yg saya terima adalah PIN-nya salah. Waktu saya telepon petugas jaga, jawabannya phone banking memang lg error, mohon menunggu beberapa saat. Menunggu lagi ?
Semoga saja pihak BMI membaca postingan pak dhika ini. Mohon maaf, ‘curhat’nya kepanjangan. * Sudah spt biasa bukan ?
*Bukan pengguna Shar-e tapi pemegang Tabungan Ummat*
Quote Dhika: “Tidak kapok sih dengan hal ini, cuma agak menyesal saja”
Ini yang namanya emotional feeling, karena ghirah untuk ikut memajukan islamic banking, kita jadi “segen” untuk kapok, justru mendoakan supaya ke depannya bisa lebih baik. Tapi kalo mau maju ya memang ga cukup modal keeratan batin, harus profesional juga.
Pengalaman saya di BMI, waktu urus deposito, prosesnya lamaaaaa banget hanya gara-gara printernya lagi error. Sayangnya, ga satupun kalimat “maaf telah lama menunggu” keluar dari mbak nan manis itu. Duh, padahal hal seperti itu sepantasnya keluar secara otomatis dari diri ga usah pake di-training dulu, terlepas itu kesalahan dia atau bukan.
Tapi seperti mas Dhika, gak kapok sih, tapi sangat disayangkan…
Saya jg pernah ditawarin produk shar-e, dgn “FP” dari agen temen saya…. stlh menyetor uangnya, saya dapat TIN dan PIN,… besokkannya baru mulai di aktivasi, ternyata gak bisa. Tdk tahunya, uang yg saya berikan, belom di setor…. sedih jg.
Tp mslh ini dapat diselesai dgn baik,…
Salam,
Alhamdulillah, nomor rekening kartu shar-e pertama saya juga berkepala 900 sekian sekian. Sampai saat ini saya punya 3 rekening Shar-e, 2 untuk pribadi dan 1 untuk keperluan suatu organisasi. Alhamdulillah tidak pernah ada masalah yang berarti dalam definisi saya, bahkan saya berencana membuka 1 rekening Shar-e lagi untuk tabungan keluarga.
Semoga sebelum menulis ini, pak Dhika juga sudah memberika masukan serupa ke pihak BMI ya… ^_^
Untuk mbak Kosi, waktu itu menarik di gerai ATM mana mbak? ATM Bersama atau ATM BCA?
IMHO, ketidaknyamanan yang dialami rekan-rekan sekalian masih bisa dimaklumi kan…? Wong saya dulu juga pernah mengalami hal-hal serupa dengan bank yang kabarnya nasabahnya paling banyak di Indonesia.
Phone banking error, mungkin pas baru awal2 dikembangkan ya… wajar kan, sistem baru punya bug.
Printer error, ya… dibawa senyum aja ya ^_^
Kalau saya pribadi, pertanyaan besar saya untuk Shar-e adalah layanannya yang masih terbatas; belum ada pembayaran-pembayaran (voucher pulsa, listrik, dll) atau belum ada internet banking; lalu kenapa BMI belum menerbitkan kartu pembayaran (baca: kartu kredit syariah).
Jawaban untuk pertanyaan saya dari sumber yang terpercaya (menurut yang saya tangkap) adalah bahwa saat ini BMI lebih mengutamakan pemerataan layanan perbankan syariah-nya, ketimbang pengayaan layanan seperti yang saya pikirkan.
Sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang berdiri tahun 1991, dgn Shar-e ini BMI sepertinya bermaksud mempermudah akses perbankan syariah dengan menggandeng kantor pos, karena kantor pos “terlanjur” ada dimana-mana (meski sekarang fungsinya banyak digantikan oleh internet, email, dll).
Saat ini kan nasabah Shar-e sendiri sudah 520 ribu lebih, semoga kedepannya produk ini bisa semakin OK dan saya serta rekan-rekan sekalian yang sudah memutuskan sedari awal menggunakan layanan perbankan syariah bisa ikut berbangga hati ketika pada saatnya perbankan syariah menjadi tuan di negeri yang mayoritasnya muslim ini.
Ya… awal2 mungkin ada sedikit banyak tidak nyamannya, tapi ya gitu deh… ^_^, namanya juga sedang berjuang kan.
Intinya sih, tetep semangat aja. Semoga bank syariah di Indonesia makin profesional. Masak kalah sama Singapura yang sudah meng-azzam-kan diri jadi pusat perbankan syariah Asia…????
Salam,
# Siska
Di ATM BCA dan ATM BRI Sis
‘Sepatu’ Sis !!! Saya jg berharap BMI ke depan bs kasih layanan lbh byk lg (inet banking, pembayaran listrik, telepon, isi pulsa sampai kartu kredit syariah), amiin
* Biar ndak setengah2 kayak skrg, selain pakai bank syariah, msh memanfaatkan fasilitas bank konvensional
#dini,
persis bune, saya masih menganggap ‘wajar’ hal ini dan belum ‘terlalu’ kesal lebih karena emotional feeling, namun tetap gak mampu menahan saya buat nulisin di blog
#siska,
justru saya nulis di blog agar lebih memudahkan saya melaporkan situasi dan kali2 makin banyak masukan
begitu kira2 pesan yang saya tinggalkan di http://www.muamalatbank.com/kontak/kontak.asp
kita tunggu saja responnya.
untuk awalan merasa wajar ndak masalah, cuma kalo pemberi layanan tidak melakukan perubahan ya maaf2 saja, bisa bubar jalan nanti.
#kosi,
persis, saya juga masih menggunakan satu akun bank konvensional yg bisa saya akses lewat inet dan hp; memudahkan saya dalam membayar tagihan hp, telepon dan transaksi lain.
Sekedar sharing aja kang, saya memang blm punya Shar-e tapi saya punyanya Tabungan Ummat saja dari Bank Muammalat. Kalau fisik kartu ATM keduanya memang sepertinya sama, hampir 3 tahun memiliki kartu ATM TabUm tsb namun tidak pernah dipakai untuk ATM. Kemudian ketika mendesak ingin dipakai malah pin “dianggap” salah melulu padahal pin itu masih asli dari bank-nya seperti ketika daftar. Akhirnya ATM saya terblokir.
Bank syariah memang perlu meningkatkan kualitas layanan IT-nya, bukan tidak sedikit saya mendengar cerita dari teman2 saya yang bekerja di Bank Mammalat bahwa customernya banyak yang kartu ATM-nya “termakan” oleh mesin ATM. Mungkin ini masalahnya juga pada kerja sama antar bank dalam penggunaan mesin ATM.
Semoga dikemudian hari kualitas layanan baik dalam IT juga mobilitasnya (Internet banking, Phone banking, SMS banking dll) Bank Syariah lebih baik lagi sehingga kita tidak perlu dengan “terpaksa” pakai bank konvensional.
Saya punya shar-e tapiiiii sejak pertama didaftar waktu itu tuh yg spesial edition dr partai tertentu belum pernah diaktifin…hehehe.
jadi masih utuh dengan dompet kecilnya dan plastik TIn dan PIN belum dibuka. Ampe gak tahu nomornya. Wallahu’alam masih berlaku apa enggak. tapi saya tetap pake produk syariah yg lain krn kemudahan akses ATMnya… ada ATM di lobby kantor yg gampang buat diakses. Dan yang pasti lebih ‘tenang’ kalo pake syariah, utk yg konvensional hanya untuk kebutuhan khusus spt transfer bank sejenis misalnya.
btw…terima kasih telah berbagi ya
pengalaman saya sih waktu coba transaksi belanja di amplaz kmaren malam… atm ga bisa digesek dianggap error…
tapi dipake tarik tunai… alhamdulillah masih bisa
dulu pas pernah nabung… sempat agak lama saldonya nambah… but… yah… mungkin emang harus sabar…
but overall, masih mending lah… daripada nabung di bank konvensional…
#8 : saya udah 2 th-an pake kartu ATM Tab Ummat. Alhamdulillah gak ada masalah. Ato mungkin kartu ATM punya expired date tertentu hingga PIN ditolak bila kartu tdk digunakan dlm jangka tertentu pula?
padahal aku ada rncana mau pake shar-e. tapi kalo udah gini……
#fred,
cobain saja dulu dan berikan komentarmu mengani shar-e di blogmu
#11, Tab Ummat saya pakai untuk simpanan yang tidak diambil mendadak/bukan keperluan mendesak. Saya bertransaksi selalu melalui teller. Makanya 3 tahun sejak pembuatannya, ATM tidak pernah masuk ke mesin. Sebenarnya saya lebih convenient pakai teller ketimbang ATM. Kalau ATM saya pakai bank konvensional untuk memudahkan saja, utk kebutuhan sehari2 saja. Untuk simpanan permanen saya pakai Tab Um itu bune…
Kemarin itu kejadiannya saya butuh mendesak dan terpaksa ngambil dari ATM untuk pertama kali. Tapi sayang PIN-nya ditolak, entah expired atau tidak saya nda ngerti…
Trs tempo hari saya minta di unblock lagi kartunya, menurut CS BMI seharusnya kartu ATM sudah bisa dipakai kembali. 
#14 : Pak Iqbal..ternyata kita sama yo. Pake Tab Ummat untuk nabung, dan pake ATM bank konvensional untuk kebutuhan sehari2 (tmask bayar listrik, telpon, dll). Kapan ya bank syariah bisa mengcover fasilitas yg selama ini kita dapet dari ATM bank konvensional??
~berharap suatu saat bisa totally pake bank syariah~
[…] <a href=”http://dirgaa.com/archives/shar-e-pin-dan-tin-yang-salah-cetak.html”>Tulisan Dhika</a> di blognya sedikit banyak jadi membangkitkan kenangan kekecewaan saya terhadap salah satu bank syariah yang berafiliasi dengan salah satu bank pemerintah negeri ini. Tapi ini bukan tentang kartu ATM or sekenisnya, melainkan kekecewaan terhadap layanan KPR. […]
Saya pengguna Shar’e…alhamdulillaah ga ada masalah.
Semua bank pasti ada problem, ga ada yang sempurna.
kesempurnaan hanya milik Allah. betul ga?
majukan ekonomi syariah….
saya mau buka juga ah trus di BLOGkan juga ke ke ke kee
Yang belum faham dengan Shar-E ini adalah masalah biaya, pemakaianya, ada yang bisa bantu?
makasih
#Jauhari,
ojo buka rahasia don pakde
coba baca2 disini http://www.shar-e.com/about3.php, kalo kurang jelas ya telpon langsung saja k salammuamalat.
Saya pengguna kartu Shar-e, bahkan 2 kartu satu nama, tak ada masalah. Satu kartu dipegang putra saya di jogja dan satunya saya pegang sendiri. Bebas, hampir semua ATM bank sukses melayani kebutuhan uang tunai saya. Jangan ragu2 saudaraku seiman!!!
saya mau tanya masalh kartu shar-e saya belum paham kartu shar-e seperti apa kebetulan saya sangat tertarik masalh kartu shar- e cara mebuka tabunga itu bagaimana ya?
#asneli,
mungkin bisa baca2 disini buat info produk:
http://www.muamalatbank.com/produk/share_e.asp
oh iya .. gw masih ragu nih, shar-e kan bisa narik di ATM BCA/Bersama .. tapi kena potongan gak? soalnya kan misal saya nabung di BCA trus narik di ATM BRI kena potongan Rp 5000,- … kalo shar-e kena potongan juga ga?
kalo ngga .. gw langsung deh jadi nasabah BMI ^_^
reply plz ..
#Helmy Lee,
shar-e gak kena potongan kalau ambil dana via atm bca. potongan dikenakan justru kalau cuma cek saldo. langsung saja meluncur ke BMI
Wah .. kalo gitu, gw dah gak ragu lage deh bwat jadi nasabah Shar-E … Meluncur ke BMI segera Frennn … thx 4 da answer … semoga Allah melimpahkan rahmat yang melimpah kepada orang yang telah memberi saya petunjuk jalan untuk menuju Syariat Islam. Amin.
(ADD Friendster saya di helmi_bsi2004@Yahoo.com)
Ada yang bisa bantu saya?
Saya blm tahu nih, kalo dah punya shar-e, saldo yang Rp.100.000 itu bisa langsung diambil semua, gak ya? Artinya saldo langsung ngenol, maklum mhs jauh di rantau, hanya kalo emang perlu sih. semoga jangan sampe terjadi.
Trims bagi yang bisa kasih tau.
Jazzakumulloh________
#Purnomo,
belum pernah nyobain, cuma harusnya bisa ya; tinggal sedot via atm.
assallamu’alaikum, saya nabung di tab ummat, emang sengaja ngga mau pake atm, lha wong niatnya pengen nabung, kebetulan waktu kartu atm saya udah jadi tetep belum bisa diaktivasi karena pjbt bmi yg harus ttd di atm sy lagi pergi…ngga apa-apa juga dink
Wa’alaikum salam Kartika … nice idea … tabungan kan untuk nabung ya ? hahaha … kalo gitu saya ikut mbak Kartika deh .. ga pake atm²an … biar lebih irit
Ass..Ohya knp ya shar’e klo narik uang di atm BNI trus gangguan uangnya ga keluar tp saldo di debet? Ada yg pernah mengalami jg ga? Dah 3x lho trus reverse nya lama 2 minggu..Cape deeeh !!
blh saya tanya gak.saya mau tanya tentang produk tabungan ummat itu apa?pengertian tabungan ummat itu apa?berap besar pengaruh pruduk shar-e terhadap produk ummat
kenapa muncul lg produk baru
gini saya pingin tanya apa itu produk tabungan ummat?
pegertian tabungan ummat itu sendiri>
perkembagannya bagaiman? berapa besar pengaruh produk shar-e
pengaruh sejauh mana
kebetulan aku ambl juul skripsi aku tentang produk tabungan ummat dan shar-e
yang menjadi latar permasalahan aku adalah
1 pertumbuhan sebelum sha-e 2000-2001-2002-2003
2 pertumbuhan setleh sha-e 2004-2005-2006-2007
perkembagan bagamana
1produk
2 jaringan
3 pemasaran
jadi disini
saya pengintan tanya apa itu produk tabungan ummat?
tolong ya pak saya penginb tahun tentang tabungan ummat itu bagaimana
kenapa tabungan shar’e tidak memakai buku tabungan? gimana cara mengecek saldonya
ATM MUAMALAT YANG ADA DI BANDUNG ADA DIMANA AJA?
atm muamalat yang di bandung diperbanyak
# nenden, andika,
saldo share bisa dicek via phone banking
atmnya pake jaringan atm bca dan atm bersama (mandiri, bri, dkk), jadi tersebar di banyak tempat, ndak perlu ragu…
Leave a Comment