Sepanjang Braga

Kurnia EffendiSaya tidak begitu mengenal karya-karyanya, namun teman-teman milis Klub Sastra Bentang menjadi gegap gempita begitu menyadari kesertaannya di milis dan tidak sedikit penulis muda yang merasa perlu mendapat masukannya. Kurnia Effendi yang biasa dipanggil Kef, belakangan saya menjadi tahu kalau dia penulis senior, berkibar sejak era 80an, jamannya majalah Anita Cemerlang.

Yang selalu menarik adalah tulisan naratif deskriptifnya di milis mengenai laporan perjalanan perbincangan sastra yang dilaluinya, aktifitasnya menghadiri banyak acara sastra ditambah perbincangan dengan banyak kenalan pekerja sastra yang dijumpainya. Saya pikir menarik jika dia mau menuliskannya di blog. Saya mencoba memprovokasinya dan ternyata gayung bersambut, meski dia mengaku gagap teknologi. Maka terjadilah pertemuan jumat siang tadi untuk menseriusi sebuah provokasi, membuat blog.

Dimulakan dengan secangkir susu coklat buat dia dan secangkir kopi buat saya di kedai Dunkin Donuts, plaza Arion. Dia membuka perbincangan dengan buku yang tengah ditangannya, antologi puisi karya Olivia Sinaga. Dan berlanjut ke banyak hal mengenai sastra dan ihwal dirinya. Menginjak perbincangan inti, mengenai dunia blog, sayapun memaparkan banyak hal, dari mulai Helvy Tiana sampai Tiara Lestari di Kick Andy.

Dan dengan memanfaatkan jasa (koneksi lemot) warnet Pemuda yang tidak jauh dari kedai Dunkin Donuts, seorang Kurnia Effendi telah berlepas landas dan ikut menyesaki dunia maya dengan blog barunya: http://sepanjangbraga.blogspot.com. Sebuah provokasi telah tertunai dan perbincangan ditutup dengan dihadiahkannya sebuah buku kumpulan cerpennya, Senapan Cinta, dengan dibubuhi otograf:

Untuk Dhika KSB yang - mengherankan - belum banyak membaca cerpen-cerpenku.

Terima kasih kang Kef, keep blogging dan jangan lupa kesepakatan kita..:)

Possibly Related Posts:

Readers who viewed this page, also viewed:

Subscribe: get DHIKA DG delivered by email

10 comments

#1 hanum on 04.15.06 at 10:14 pm

ooo…ini to pak Kurnia Effendi. Dulu saya penggemar cerpen2 beliau di Anita Cemerlang :) Sudah menawarkan untuk gabung ke IMB Dhik? :)

#2 dirgaa on 04.16.06 at 3:06 am

#hanum,
cocok, ni cerpenis mulai berjaya di era bu Hanum…:)

#3 maknyak on 04.16.06 at 9:03 pm

hahaha sukses dhik. telah membujuk Kef untuk ngeblog. sehingga karya2 dan pemikirannya bisa diakses oleh masyarakata lebih luas. saya penggemar KEF juga. sebenrnya dia gak hanya berkibar di taun 8o an atau 90 an karena sebenernya sampai sekarangpun dia masih tetep eksis menghiasi sastra koran.
Salut buat Kef yg tak hanya bisa dan pandai menulis cerpen populer tetapi juga piawai dalam menulis cerpen serius. kapan saya bisa begituw yahh.

#4 JaF on 04.17.06 at 8:57 pm

Wallah… baru kali ini lihat tampang Mas Kef.. Hebat deh ‘provokator’ nya :-)

#5 zenit on 04.18.06 at 11:06 am

salam kenal :)
makasih dah jalan2 ke blog sayah :)
posting 3x itu ga sengaja….

#6 hanan on 04.22.06 at 5:06 pm

hanan gak begitu kenal dengan kef, tapi kalau dulu sering baca anita cemerlang, cerpen2nya bagus2. pak dhika, hanan link ya blognya pak dhika, :D

#7 dirgaa on 04.22.06 at 5:29 pm

#hanan,
silahkan di link, saya merasa tersanjung…:)

#8 alexa on 05.01.06 at 8:33 pm

Its very surprise ;
minta tolong disampaikan kurnia effendi, apakah masih memiliki file kumpulan cerpen karyanya yang dimuat di majalah anita cemerlang, bagaimana kami bisa mendapatkannya.

#9 wirati on 06.26.07 at 3:29 am

It’s amazing,
Itu toh fotonya Kang Kef. Saya pengagum berat Kurnia Efendi sejak dul….u….saya masih SD tahun 80-an. Latar belakang kota Bandung di beberapa cerpennya membuat saya terinspirasi kuliah di kota itu. Gimana mendapatkan koleksi cerpennya ya?Mungkin bisa jadi temen kangen Indonesia buat saya yg merantau jauh di negri orang.

#10 nist on 11.06.08 at 10:45 am

Setagdir dengan Beliau yang pernah sungkan ‘kemayaan’, akibatnya saya baru bisa nunut ngomong di tema yang sudah cukup umur ini & baru ngeblog bulan kemarin. Bedanya provokator saya ndak heroik. Lebih tepat disebut perayu. Mungkin karena lain kasta dengan Beliau di rongga seni tulis, makanya ndak ada yang maksa. Oalah..

Leave a Comment