Saya (juga) Dukung Adang Dani

Saya ini bukan termasuk pecandu bola, namun kalau waktunya gegap gempita Piala Dunia, maka pantang dilewatkan rasanya. Satu hal yang saya ingat sedari kecil, saya selalu lebih demen ngebelain tim-tim dari negara yang belum terlalu kesohor namanya atau bahkan masih asing bagi saya, semisal: Senegal, Pantai Gading dan semacamnya. Rasanya puwas kalau melihat tim-tim ‘kecil’ ini bisa menumbangkan tim-tim yang kadung besar duluan.

Lho kok jadi ngomongin bola? Emangnya Adang Dani mau dikontrak ama timnas Senegal? Fauzi Prijanto jadi manajer timnas Pantai Gading?

Sebentar mas, sabar tho. Saya cuma hendak mengatakan bahwa tolakan berpikir lebih ngebelain tim yang (terlihat) lemah itulah yang awalan secara emosional mendorong saya untuk lebih mendukung Adang Dani dibandingkan Fauzi Prijanto untuk menjadi gubernur DKI Jakarta. Adang Dani yang cuma didukung PKS melawan Fauzi Prijanto yang didukung tidak kurang dari 20 parpol, ini ibarat anak kecil yang masih ingusan petentang petenteng berbekal ketapel dengan nekatnya hendak menumbangkan jawara kampung yang sudah kadung tenar dengan gaya keroyokannya. Uda Roni menyebutnya sebagai pertarungan Daud vs Goliath.

Seiring waktu, pergulatan antara yang (terlihat) lemah dan yang (terlihat) kuat ini makin seru untuk disimak. Ada alasan sederhana lain yang membuat saya makin terkesan dengan pihak yang saya dukung, mungkin saja mampu membuat anda untuk berpikir sama seperti saya.

Tagline “Ayo Benahi Jakarta!” rasanya lebih kongkrit dan bernuansa perubahan menuju perbaikan dibandingkan sekedar “Jakarta Untuk Semua!” yang bernuansa keragaman. Ayo Benahi Jakarta seolah hendak mengatakan bahwa Jakarta yang lebih baik hanya mampu dicapai jika setiap pelaku punya kecukupan motivasi untuk membenahinya dan kemudian mendorong motivasi tersebut menjadi aksi. Sementara Jakarta Untuk Semua seolah hendak mengatakan bahwa memang Jakarta buat semua, keragaman adalah sebuah fitrah, tanpa terasa sedikitpun dorongan persuasif bagaimana Jakarta bisa menjadi lebih baik. Kalau dalam bahasa sepupu saya yang ABG, “OK, Jakarta Untuk Semua, terus so what gitu lho?” Kalau menurut Fahmi, terlalu klise.

Dalam gambar diri untuk kampanye, yang kemungkinan juga akan menjadi gambar diri untuk surat suara, keduanya memilih mengenakan pakaian ‘adat’ Betawi sebagai representasi Jakarta yang punya kaitan erat dengan suku Betawi. Masalah gambar diri ini penting karena konon masalah pakaian ini yang menghantarkan Irwandi Yusuf lebih mulus menjadi gubernur Aceh karena menjadi satu-satunya calon yang mengenakan pakaian adat Aceh waktu itu.

Ayo Benahi Jakarta!Adang Dani memilih mengenakan koko putih dengan selempang sarung, sementara Fauzi Prijanto memilih jas hitam (beskap) khas Betawi dengan rantai antar saku dan kancing baju. Penggantian jas hitam parlente yang dikenakan Adang Dani sebelumnya ke baju koko putih adalah pilihan yang jitu karena tampilan ini lebih menampilkan kesederhanaan dan terasa dekat dengan rakyat kebanyakan. Beskap Betawi Fauzi Prijanto juga tetap menunjukkan kebetawiannya, cuma beskap semacam itu menunjukkan kepriyayian, menampakkan ketidakdekatan dengan rakyat dan faktanya cagub satu ini memang agak sungkan untuk berdiskusi dengan rakyat.

Untuk sementara alasan sederhananya itu saja dulu.
Lho kok alasannya kurang intelek begitu? Bagaimana dengan program yang diajukan kedua calon?

Maaf kalau kurang intelek, saya ini memang cuma penonton yang masih cupu dalam hal politik yang intelek dan njelimet. Jadi lebih suka alasan sederhana yang memang cukup impresif buat saya. Ditambah pandangan bahwa perubahan ke arah kebaikan peran dominannya (ya katakanlah 60%) ada pada rakyat yang dipimpin, sementara pemimpin cuma berperan sebesar sisanya, 40%.

Diatas alasan-alasan tersebut, meski saya mendukung Adang Dani, namun maaf saya tidak akan memilihnya pada 8 Agustus nanti. Bukan apa-apa, saya ini senasib ama mas Firdaus.

Ngomong-ngomong, ternyata KTP saya KTP Bekasi, euy!

Bagaimana dengan (dukungan) Anda?

Possibly Related Posts:

Readers who viewed this page, also viewed:

Subscribe: get DHIKA DG delivered by email

30 comments

#1 achedy on 07.25.07 at 10:14 am

Saya juga dukung Adang - Dani, tapi apa boleh buat, KTP Nganjuk. ha.. ha.. jauh amat

#2 trian on 07.25.07 at 11:45 am

waah, kirain mau kampanye Golput. koq jadi berubah mas?
*dimarahin istri muda ya? -piss, hehe

#3 Irma Citarayani on 07.25.07 at 2:06 pm

Saya juga dukung pak adang-dani :) Btw tanggal 8 agustus jadi libur nasional ga ya?? Bank libur ga ya??

#4 aulia ali on 07.25.07 at 10:27 pm

Fauzi bowo menurut saya lebih masuk akal untuk dipilih. beliau sudah pengalaman cukup lama untuk bisa menjalankan pemerintahan daerah jakarta -semoga dengan lancar- kalau masalah penampilan, memang baju koko dan peci terlihat sederhana, namun bukan ‘image’ itu yang diperlukan masyarakat, tapi sosok pemimpin yang berkarakter kuat yang mampu menjalankan fungsi pemerintahan. dengan dukungan 20 parpol mengindikasikan fauzi bowo dapat melobi dan bekerjasama dengan bermacam2 komponen/kelompok didalam masyarakat yang pada gilirannya dapat selaras, bersama membangun jakarta. kalau hanya didukung satu parpol, menang memang SANGAT puas, tapi apa bisa dengan satu kelompok membangun dan memperbaiki permasalahan ibukota yang sangat kompleks. masalah slogan dan janji, itu hanya permainan orang marketing dibelakang cagub saja. makin jago bikin tagline, makin enak didengar. seperti halnya pak SBY dulu yang diusung demokrat; nah, puaskah anda dengan kinerja pak SBY?

#5 Gardine on 07.26.07 at 6:55 am

If judging only from the posters, I think I’m stuck with a duet which only asks questions (”Kebanjiran?“, “Cari kerja susah?“) and another which desperately asserts that Jakarta belongs to all. Too bad the MA verdict came too late for the independent candidates – not that they’ll win anyway, though. I think I’ll opt out of this election; I haven’t got my voter ID card anyway.

#6 Dhika on 07.26.07 at 7:49 am

#aulia ali,
logikanya menarik, meski juga bisa berbalik; jejak pengalamannya yang ternyata sulit untuk dibilang singkat belum cukup terasa perubahan ke arah perbaikannya dan kalau pengalaman menjadi patokan, maka definisi suksesi dan regenerasi akan kehilangan maknanya.
di indonesia konon kalau bicara lobi (dengan partai) politik agak beti (beda tipis) dengan bicara kekuatan finansial.

#Gardine,
yup, coba keputusan MK diketok sebelum proses pilkada jakarta jalan; ane bakal nyalonin diri, ente jadi ketua tim suksesnya, sip tho? :)

#7 trian on 07.26.07 at 2:29 pm

ada postingan blog bagus ttg debat tim kampanye calon guberbur.

#8 Ferry on 07.26.07 at 4:06 pm

Hmmm… saya cuma simpatisan PKS, walau saya agak ragu coz Bang Adang pensiunan polisi (* tau dunk image polisi *) tp saya percaya PKS sudah mempertimbangkan dengan masak calon yang diusungnya. Gimana dengan Pak Fauzi ??? memang beliau pengalaman sebagai wagub tetapi justru dari situlah kelemahan beliau coz ternyata selama beliau menjabat jadi wagub tidak ada tindakan kongkrit yang bisa dibanggakan buat warga jakarta.

Salam kenal.

#9 M Fahmi Aulia on 07.27.07 at 7:22 am

Hidup Adang Dani…!!!
*sedih ga didata kpud…*

#10 iqbal_ir on 07.27.07 at 11:35 am

Saya juga dukung Adang-Dani donk… ;)

Untung kartu pemilih Jakarta sudah diterima, tinggal coblos pasangan yang ngga punye kumis… :D hehe…

#11 aulia ali on 07.28.07 at 2:28 pm

#bang Dhika
jakarta masih layak huni sampai saat ini (menurut ane lho). dan..

“jejak pengalamannya yang ternyata sulit untuk dibilang singkat belum cukup terasa perubahan ke arah perbaikannya dan kalau pengalaman menjadi patokan, maka definisi suksesi dan regenerasi akan kehilangan maknanya.”

bisa juga ‘berbalik’ nih, bang Adang sebagai petinggi polisi selama ini, dan a.k.a wakapolri sebelum mengundurkan diri belum pula maksimal dalam memberi rasa aman tinggal di Indonesia. citra polisi pun ’selama ini’ masih kurang baik. at least selama pengalaman saya mengendarai motor dijalan dan menonton berita kriminil tiap hari =), hehehe..

salam untuk penduduk jakarta

#12 zakaria on 07.30.07 at 11:35 am

Bang Fauzi janjiin bakal ngerubah sistem pemerintahan diPemda, berarti sistem yang lama (wagubnya bang fauzi) itu jelek dunk??berarti pemimpin yg lama jg sama jeleknya dunk sama sistemnya??kalo ngelobi partai mah gampang boss!!yg penting banyak duit, janjiin proyek…bungkus tuh partai..ya ga??pilkada jakarta 2007 ini pertarungan antara koalisi elit partai vs koalisi rakyat…gw JELAS pilih yg independent dari KKN dan budak kekuasaan.ADANG-DANI No.1 Solusi Jakarta..

#13 indra on 07.30.07 at 4:44 pm

Mungkin untuk lebih memahami pilkada di Jakarta dan daerah sekitarnya perlu di telisik di

Common Enemy

bagaimana mas dhika sepertinya di pekayon akan merasakan hal yang sama y, seperti di Artikel ini?? :)

#14 Dhika on 07.30.07 at 4:50 pm

# Indra,
mana URLnya ndra? maksudnya ini(?): http://web.bisnis.com/kolom/2id297.html

biasalah itu ndra, yang pasti tidak ada kawan/rival abadi dalam politik indonesia

#15 indra on 07.30.07 at 4:53 pm

maaf ketinggalan sitenya

http://web.bisnis.com/kolom/2id297.html

#16 hanum on 07.31.07 at 11:16 am

Pengen ikutan libur tgl 8. Boleh? :)

#17 Djusuf on 08.01.07 at 5:09 pm

Hmm.. gtu aja ko repot. kemaren maren kan banjir gede tu jakarta. Ahlinya Benahi Jakarte kemane aje? mikirin kumis mulu kalee… ;))

#18 Tati Priyadi on 08.02.07 at 2:41 pm

Kalu aku sih lebih memilih Adang-Dani, walaupun sampai saat ini di tempatku (Xsari) belum ada kartu untuk pilih gubernur DKI, gak tau tuh KPUDnya molor kali.

#19 Charly Silaban on 08.03.07 at 4:13 pm

Halo Dhika.. lama ngga mampir hehehe :)
Kalo saya melihat hiruk pikuk materi visual kampanye kedua calon ini ada 2 tambahan dari gw:
1. Adang fotonya selalu tampil sejajar dengan Dhani, menunjukkan bahwa mereka merupakan suatu timwork / partner yang saling mendukung. Sementara foto Fauzi selalu terlihat “mendominasi” yang mana ada kalanya foto Prijanto lebih kecil atau memang dengan posenya menyamping tapi dibelakang Fauzi. Ada yang mau terlihat lebih powerful :)
2. Materi kampanye Adang banyak yang bertanya (Capek macet? Pendidikan Mahal?), sarkasme (*terutama spanduk2 anonym dari relawan oranye, misal : banyak partai=banyak kepentingan=serem…) dan ajakan (Ayo Benahi Jakarta) yang sedikitnya mengajak kita untuk berpikir kritis untuk mengambil sikap. Tidak seperti satunya, yang (dgn berbagai bahasa) intinya: ra sah neko-neko, aku ki pancen ahline atau yang paling dahsyat: COBLOS KUMISNYA yang menyiratkan betapa gobloknya masyarakat ini sehingga tidak perlu mikir susah2.
Satu yang saya heran melihat Adang ini.. kenapa dia tidak hadir pas pemilihan nomor ? Itu kan namanya tidak menghormati…

Alai..alaih…alaiah…panggil dia si jablai…
adang jarang pulang foke jarang dibelai…

#20 didi on 08.03.07 at 4:51 pm

Saya dukung Bang Adang dan Bang Dani untuk jadi gubernur Jakarta yang baru. Alasannya: Pertama, yang dukung pasangan ini PKS, partai yang insya 4JJI hingga saat ini merupakan partai yang bersih, solid, dan track record-nya cukup baik. Kedua, PKS gak punya ‘temen’ dalam mendukung Bang Adang dan Bang Dani. Sendirian, bow! Menurut saya, hal ini menunjukkan kalo partai lainnya tidak menginginkan perubahan yang lebih baik di kota tercinta (Jakarta). Terlihat deh kepentingan partai yang lain terhadap Jakarta… Ketiga, dengan dukungan 19 partai politik, saya kira akan menyulitkan nantinya dalam menentukan sebuah kebijakan. Coz terlalu banyak kepentingan yang ingin direalisasi. Bisa2 nanti repot ngurus kepentingan partai, bukan menyejahterakan masyarakat Jakarta…! Bisa bahaya, tuh! Keempat, Bang Fauzi selama jadi wagub sepertinya tidak pernah muncul dan terlihat kinerjanya yang berpihak pada masyarakat Jakarta. Saya aja gak tau tuh kalo dia wagub saat ini. Soale yang selalu terlihat dan kedengeran beritanya, ya cuma Sang Gubernur, Sutiyoso [gue kuper kali, ya… Sori|! ^_^]. Kelima, selama masa kampanye jarang sekali antara Bang Fauzi dan Bang Priyanto datang berdampingan. Yang lebih sering terlihat, ya Pak Kumis itu, SENDIRIAN!!! Apakah ini salah satu bentuk balas dendam terhadap masa lalu??? [Bang Fauzi kan terlalu didominasi oleh Bang Yos, kemarin2]. Trus gimana coba kalo pasangan ini menang??? Nanti wakilnya didominasi, lagi! [Jadi ingat acara Menguji Sang Kandidat 2 Today’s Dialogue Metro TV; saat itu yang jawab pertanyaan Bang Fauzi teruuuus! Bang Pri cuma jawab sekali… Kasihan banget!!! Gak dikasih kesempatan sama sekali…! Gimana nanti dalam membagi tugas???] Ups, jadi curhat, nih. Udah deh segini aja. Jangan lupa tanggal 8 Agustus 2007 Coblos No.1, ADANG DARADJATUN-DANI ANWAR! Ayo BEHAHI JAKARTA!!! ^_^

#21 suyoso on 08.04.07 at 10:27 am

insyaalloh kalo pingin perbaikan mulai dari orangnya baik, caranya juga baik, sarananya juga baik, dan insyaalloh ada di pks, lagu lama tp terbukti, aku ingin adang dani menang, bukan untuk apa-apa tapi aku pingin kebaikan menang

#22 dinik on 08.04.07 at 10:29 am

peganglah amanat sebaik mungkin untuk calonku adang dani

#23 gadisbintang on 08.04.07 at 12:25 pm

ah..ah.. kampanye lagi..
janji-janji lagi..
saya lelah mendengarnya.. >.

#24 IGS Sukartono on 08.07.07 at 9:14 am

Kalau saya amati memang sebaiknya pilih Adang-Dani, malah yang sudah teruji dan terpuji, tetapi saya cuma bisa meninkmati saja siapa nanti yang jadi gubernur yang dpt membenahi Jakarta, soalnya cuma kerja di Jakarta tetapi KTP DEPOK.

#25 Achmad fauzan on 08.07.07 at 11:10 am

Assalamualaikum

andaikan aku bisa memilih..
pasti kupilih adang-dani..
KTP aku tangerang :-S

untuk Adand-dani.. moga sukses dan berhasil

wassalamualaikum

#26 herdyth on 08.07.07 at 3:52 pm

Adang Dani lah yang lbh pantas menang , lebih FRESH buat ngurusin Jakarta . Aplagi gak ada itung2an sama partai , jadi akan lebih fokus.

#27 hermawan on 08.08.07 at 2:07 pm

asaalamualaikum
siapapun yang menang kita harus tetap saudara seiman dan seaqidah setuju….Glen!!

wassalamualaikum

#28 rusle on 08.09.07 at 9:05 am

tanggapan atas tanggapan point ke-3 saya adalah bahwa dalm politik, langkah strategis harus dipikirkan matang2, tapi saya setuju bahwa juga sangat riskan karena manakala A-D tidak jadi daftar, pasangan Kumis akan mengajukan pasangan boneka lainnya sehingga pilkada bakal sesuai quorum, yakni dua, dan jadi malah bikin ruwet, A-D gagal ikut pilkada…:)

top deh, thanks mas

#29 al banna on 09.27.07 at 5:57 pm

bang,, jangan kampanye disini dong,, makasih,,

#30 Adrians Islam on 10.08.07 at 10:19 am

#27 SETUJU!!!

Leave a Comment