Bermula dari wacana swakelola secara mandiri kebersihan dan keamanan warga RW 36 komplek perumahan Kemang Pratama 2 Bekasi yang sebenarnya sudah timbul tenggelam sejak lama; masalahnya sederhana saja karena seringkali pengembang komplek perumahan yang selama ini juga melakukan pengelolaan kebersihan dan keamanan menaikkan iuran kebersihan dan keamanan ini secara sepihak (dan _brutal_). Wacana menjadi tenggelam ketika dibenturkan dengan realitas bahwa sebagian besar warga bergantung pada air dari pusat pengolahan air yang mana kepemilikannya memang murni bisnis pengembang dan jika warga melakukan swakelola (denger-denger) ancamannya adalah air tidak akan dialirkan.
Namun beberapa waktu belakangan ini, pengurus RW 36 (RW dimana saya menjadi warganya) kembali memunculkan wacana swakelola dan kemudian berdasar rapat dibentuklah “Tim Sembilan” untuk memuluskan rencana ini; semangatnya adalah demokrasi dan kemandirian. Dari hasil hitung-hitungan didapat angka bahwa jika melakukan swakelola iuran bersama bisa lebih murah dibandingkan iuran yang dipungut oleh pengembang. Dari angket dan surat pernyataan bersama yang coba disebarkan, didapat hasil bahwa 97% warga RW 36 menyatakan setuju untuk melakukan swakelola (469 setuju dan 15 menolak). Dari hasil ini, maka diajukanlah surat kepada pengembang yang intinya bahwa mulai bulan Januari 2007 warga RW 36 bermaksud melakukan swakelola terhadap kebersihan dan keamanan lingkungan, sehingga pengembang tidak perlu lagi melakukan penarikan iuran kebersihan dan keamanan.
Setiap ada perkembangan dan surat keputusan selalu ditembuskan ke seluruh warga. Dan pagi ini kembali menerima 2 surat tembusan dan 1 undangan; 1 surat tembusan dari pengembang dan pengurus RW dan 1 undangan rapat RW. Yang heboh adalah surat tembusan dari pengembang yang ditujukan kepada pengurus RW 36 dan Tim Sembilan, perihalnya adalah “Penyerobotan Terhadap Aset dan Usaha Pengelolaan Kebersihan dan Keamanan.” *luar biasa euy
Inti suratnya adalah pengembang belum berkeinginan menyerahkan pengelolaan kebersihan dan keamanan kepada pengurus RW (swakelola) dan menyatakan bahwa apa yang dilakukan pengurus RW beserta Tim Sembilan adalah tindakan penyerobotan terhadap aset dan pengelolaan kebersihan dan keamanan lingkungan, maka dari itu pengurus RW dan Tim Sembilan diminta menghentikan usahanya dan jika tidak, maka akan diteruskan ke jalur hukum. *deuh, seru betul.
Surat tembusan dari pengurus RW yang ditujukan kepada pihak pengembang adalah bantahan terhadap _tuduhan_ pengembang dan pernyataan bahwa pengurus RW telah (pernah) mengajak diskusi bersama pengembang, namun pengembang tidak hadir. Maka dari itu, pengurus RW meminta pengembang mencabut surat edaran sebelumnya dan melakukan permintaan maaf. *ketua RW 36 jagoan euy, gertak balik!
Sementara satu lagi surat adalah surat undangan rapat RW nanti malam ba’da isya jam 19.30 di Aula Ibrahim untuk membahas masalah ini, sayang saya terlanjur ada acara lain sehingga kemungkinan besar tidak bisa hadir.
Saya sendiri tentu lebih mendukung kepada swakelola kebersihan dan keamanan, selain relatif lebih murah, namun juga mengedepankan kemandirian bukan terus-terusan bergantung kepada pengembang yang cenderung memonopoli situasi. Hitung-hitungan pengelolaan juga bisa lebih transparan. Positifnya lagi adalah dengan bersama-sama mengelola secara mandiri perihal kebersihan dan keamanan ini, mudah-mudahan keakraban antar warga juga makin kokoh tidak sekedar say hi. Lagian, bukannya ini lingkungan adalah lingkungan kami, ada batas waktu buat pengembang untuk terus-terusan mencampuri situasi bukan?
Kita nantikan saja perkembangan selanjutnya. ![]()
Possibly Related Posts:
- Ajakan Diskusi Tim Swakelola Tidak Ditanggapi
- Ditabrak (lari) Di Jembatan Kemang Pratama
- Hanya Sedikit
- Nusa Cyber, Internet 24 Jam Bebas Tambahan Di Kemang Pratama 2
- Surat Terbuka untuk Pengendara Motor Jakarta
Readers who viewed this page, also viewed:
- Mohon Doa Restu, Pembukaan Toko Sarung Tenun
- Lebih Baik Mencoba
- Comments in moderation
- Mencoba BSM Net Banking
- Nominasi Blog Favorit: Edittag, Roniyuzirman dan Strategi Manajemen






4 comments ↓
Wong jenenge wae urusan perut,kang Glen.
dari skala kecil sampe besar,dari urusan pribadi atau negara,pastilah pro-kontra. amanat manusia tinggal mengolah warna-warna kuwi dengan jembare pikir dan hati bersama Alloh demi kemaslahatan bersama.
Kami warga baru di KP-2 (RW-36), kami baru denger isue saja mengenai hal ini, itupun gak jelas duduk perkaranya. Hatur nuhun atas penjelasannya … Mohon up date beritanya …
Oke juga nih…..
Mau murah ya, jangan tinggal di Kemang Pratama dunk, dasar udik…
Kasian de luh…
Leave a Comment