Persiapan Menuju Pernikahan

Usia pernikahan saya belum genap 2 pekan, inai di kuku jemari istri masih pula menyisa, sehingga rasanya belum pantaslah saya mengurai nasihat panjang lebar mengenai persiapan menuju pernikahan. Saya hanya tengah ingin berbagi ‘bekal’, lebih tepatnya rekaman kajian yang membicarakan masalah pernikahan dan rumah tangga.

Kemungkinan belum banyak buku bertema pernikahan dan rumah tangga yang sudah saya baca, meski mungkin lebih sulit untuk dikatakan sedikit. Kendala membaca adalah masalah keluangan waktu dan energi; saya tidak hendak mengatakan bahwa keluangan waktu saya begitu sempit, namun lebih pada kenyataan bahwa membaca buku/artikel bertema serius memerlukan plot waktu dan konsentrasi khusus.

Sampai kemudian terpikir untuk mencari rekaman kajian/ceramah. Saya ‘hanya’ perlu alokasi konsentrasi, sementara alokasi waktu bisa saya dengarkan sembari melakukan aktifitas lain; ketika mengendarai motor, bersepeda sore keliling komplek, menuntaskan cucian piring yang menumpuk dan lain aktifitas yang bisa diselingi mendengarkan rekaman kajian.

Yang paling mendebarkan adalah ketika (kembali) mendengarkan rekaman setelah menikah, saya bisa berbagi earphone iPod dengan istri untuk bersama mendengarkan, sembari sesekali bertemu pandang beriring senyum mengembang dan tangan saling menggenggam.*subhanallahu, adegan mendebarkan beginian ternyata adalah ibadah bagi yang sudah menikah, bisa menjadi panjang urusannya bagi yang belum nikah, jadi coba berpikir dan bersiap diri secara seriuslah untuk lekas menikah bagi yang belum, jangan cuma bisa iri! :)

Saya menemukan banyak rekaman ceramah di Multiply, namun 2 tema yang disampaikan oleh ust. Anis Matta sangat menggoda untuk disimak lekat-lekat: Persiapan Menuju Pernikahan dan Membangun Mahligai Rumah Tangga Islami.

Dua tema ini pastilah sudah sering dibahas, namun saya menemukan dorongan lain ketika mendengarkan rekaman kajian tersebut. Paparannya cenderung konseptual, namun uraian penjelasannya substantif dan gamblang, terstruktur dan mendalam, agak beda dengan ceramah kebanyakan.

Persiapan menuju pernikahan menguraikan 4 hal yang perlu dipersiapkan menjelang pernikahan, yakni: kesiapan pemikiran, psikologis, fisik dan finansial. Setelah dicermati, isi ceramah ini nampaknya telah dibukukan menjadi buku Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu.

Membangun mahligai rumah tangga islami juga memaparkan 4 substansi mengenai bagaimana kabahagiaan bisa dibangun dan disangkutkan dengan kehidupan rumah tangga. Keempat hal tersebut adalah: perasaan terarah (keterarahan), keharmonisan, konsistensi dan materi (sarana-sarana kehidupan).

Saya menaruh kelima file di GudangUpload:

Semoga bermanfaat!

Possibly Related Posts:

Readers who viewed this page, also viewed:

Subscribe: get DHIKA DG delivered by email

22 comments

#1 trian on 07.13.07 at 8:52 am

inai di kuku jemari istri masih pula menyisa

duh mas, inai itu apa ya??

matur nuwun ada materi2 yang diupload, tapi saya unduhnya mendekati 2 tahun lagi aja ya.. :D

*jangan lupa IMB! hehe

#2 Dida on 07.13.07 at 10:04 am

Masya Allah dhik,.. aku (yang udah ngitung hari aja) baca postingmu rasanya udah gmn gitu. Gak kebayang kalo mereka yang bacanya masih lama menanti apalagi yang udah lama membujang. Mungkin bahasanya perlu diturunin sedikit kadar mesranya.

Lagi unduh, aku dengar kaset beliau skitar tahun 98 dan retorika beliau emang cukup bagus. Btw file-nya legal ga disebarin di GudangUpload?

Bener,.. jangan lupa IMB! mbok istrimu ‘dipengaruhi’ untuk buat blog.. Khan lumayan buat bantu moderator milis.

#3 devie on 07.13.07 at 4:40 pm

ndak iri kang, cuman mupeng aja. :D

[saya ngunduhnya juga ndak sekarang] :D

#4 maknyak on 07.14.07 at 4:37 pm

lha potone endi kiye seng isek genggam2 an?

#5 Dhika on 07.16.07 at 8:15 am

#trian, devie,
justru perlu diunduh sekarang buat provokasi :)

#Dida,
mudah2an legal

#maknyak,
sila tengok di: http://www.flickr.com/photos/dirgaa/tags/pernikahan30juni2007/

#6 unisa81 on 07.16.07 at 3:27 pm

ehm ehm.. perlahan dengan memudarnya inai, semoga justru memperdalam kasih sayang

#7 dafiq on 07.17.07 at 5:04 pm

Hmmm … poto2ne rek :)
Imho, ana aga berhati2 dalam mensikapi pendapat boleh tidaknya pemasangan foto akhwat khususnya di internet, mengingat harus dilihat sisi penting ngga’nya. Apalagi dalam momen2 khusus seperti ini yg mau ngga mau ada sesuatu yang lain di situ.
Ini menurut saya lho tad (niruin tetangga depan klo manggil ustad-nya dengan panggilan “tad” saja :) … saya kira ustad lebih punya pertimbangan lain.
Piye tad, bulan madune wis durung ? :)

#8 Dhika on 07.19.07 at 6:56 am

#dafiq,
kehati2an yang bijak fiq, untuk sementara skrinsut saya set cuma bisa dibuka ama family or friends.
bulan madu? bukannya tiap hari bulan madu? :)

#9 Gardine on 07.19.07 at 7:23 am

@ Dhika,
Kalo tiap hari berarti hari madu, dong. Piye tho? BTW, nice allusions to my comment on your previous post. Ahem.

#10 hanum on 07.19.07 at 9:25 am

Wis ON toh Dhik (blog’e maksude) :)

Klo kami (aku + suami) kadangkala masih suka menyempatkan wkt mendengarkan rekaman ceramah wkt akad nikah kami dulu. Lumayanlah buat meluruskan niat nikah :)

Salam buat Denti :)

#11 Agam on 07.22.07 at 5:46 am

Btw, itu file apa sih? MP3?
Yang text gak ada?
Maklum bandwidth terbatas :)

#12 Gardine on 07.22.07 at 1:59 pm

Aku wis ndelo’ foto-fotomu, Dhik. Masya Allah, kowe luwih bagus sithik ne’ nganggo wedhak ngono. Wuahahahaha! (Akankah ada karma di balik tertawaku? Uh oh.)

#13 Lucky on 07.31.07 at 10:42 am

waduh, aku telat banget tahunya..
Barakallah yah.. Smoga mjd keluarga Sakinah, Mawwadah n Warrahmah..

#14 Harri on 07.31.07 at 5:53 pm

Dhika, sorry ye telat.. abis ga ada kabarnye siy..
selamet yeee, dah menjalani kehidupan yang baru.
Semoga di ridhoi Allah. Amien

#15 Vania Köberlein on 08.01.07 at 8:39 pm

salam kenal lagi ya! soal buku2 pernikahan kami gak pernah baca, apalagi siap2 nikah berbulan2 sebelumnya. Yg kami lakukan hanya “memantapkan bismillah kami” kemudian menentukan tanggal (kami tahu tanggalnya 10 hari sebelum kami menikah!), alhamdulillah semuanya lancar. Tak terasa sudah satu tahun setengah kami menikah, tapi kami baru 7 bulan bisa hidup bersama, dipisahkan jarak dan kesibukan yg belum kelar. Maaf jadi cerita panjang…cuma mau sharing aja…Intinya kalau mau menikah kudu disegerakan, jgn ditunda2…

#16 sabihun on 08.12.07 at 3:17 pm

asalamualaikum..maaf ya gimana caranya mendapatkan bubu2 tersebut…kok ga bisa di dowload sich…makasih.wasalamualaikum

#17 Petunjuk on 08.12.07 at 10:13 pm

Kalau sudah tiba masanya menikah, ya lakoni saja. Jangan ditunda-tunda. Sengsara? Ya pasti ada sengsaranya. Tapi bahagianya lebih besar ketimbang sengsaranya. Sungguhan kok, suwer. Ndak percaya? Nikah aja.

Psst.. lagi pula sengsaranya menikah tidak berarti dibandingkan sengsaranya jadi jomblo. Wakakakak…

#18 Dhika on 08.14.07 at 9:03 am

#sabihun,
gak bisa donlodnya kenapa?

#19 lutfi on 08.25.07 at 9:30 am

Assalamua’laikum, Mas Dhika salam kenal ya… mau minta izin nih nge link tulisannya… boleh ya :) makasih

#20 Jauhari on 09.13.07 at 12:45 pm

Menikahlah agar menjadi kaya ;)

#21 Edi Safrijal on 10.01.07 at 11:46 am

pengen gabung ni…bolehkan?

#22 lena on 10.11.07 at 1:13 pm

Ass. Wr. Wb
Saya tertarik dengan uraiannya, InsyaAllah, Saya berencana memulai rencana besar “menikah” jadi kalo ngak keberatan, Saya harap dapat copy- an file nasehat pernikahan yang udah di upload, n tolong kiriman ke email Saya, makasih sebelumnya. Wassalam

Leave a Comment