Pagi hari pada libur Senin ini saya sempatkan untuk mampir ke rumah kakak pertama, meski tinggal pada blok yang sama acara mampir begini frekuensinya dalam satu bulan bisa dihitung dengan jari, maklumlah kesibukan masing-masing saling mengintimidasi untuk sekedar menyambung silaturahmi. Bercengkerama dengan dua keponakan yang makin bertambah besar dan yang lebih inti adalah numpang sarapan..:)
Diskusi masalah faktual dengan kakak seringkali tidak dapat dielakkan selama acara numpang sarapan ini, saya mulakan dengan Google yang mengeluarkan layanan Google Finance.
“Ah, elek. Masih bagusan Yahoo Finance. Saya baru saja mencobanya setelah tahu dari Business Week. Google memang sudah waktunya memberikan layanan seperti ini dan bla..bla..bla.. ” Penjelasannya melebar mengenai perkembangan perusahaan-perusahaan Blue Chips. Perhatiannya yang cukup besar terhadap pasar Wall Street membuat pengetahuannya mengenai perkembangan perusahaan-perusahaan Blue Chips seringkali lebih tajam dibandingkan saya..:)
Kemudian saya juga menginformasikan mengenai kehadiran milis baru khusus bagi pekerja IT Indonesia yang punya keinginan serius bekerja di Sillicon Valley. Milis ini diprovokatori oleh Carlos, seorang Indonesian IT geek yang tengah berpetualang di Juniper Networks. Visinya adalah membanjiri Sillicon Valley dengan orang-orang Indonesia.
“Wei, apik wi. Saya juga punya keinginan membuat milis menaklukkan-wallstreet@yahoogroups.com, milis khusus mengajak orang Indonesia membanjiri Wall Street. Alih-alih kita demo mengenai Freeport, Exxon dan tidak ada hasilnya kenapa kita tidak beli saja saham mereka dan jual kembali pada saat posisi menguntungkan dan kemudian keuntungannya kita bawa ke Indonesia, dibagikan untuk menyumbang pendidikan, orang miskin seperti Robin Hood. Kalau saja ada 100 orang Indonesia berbuat demikian, pasti cukup signifikan. Kalau kapitalisme telah mencengkeram kita, kita serbu saja jantungnya.” urainya panjang lebar.
Waduh, menarik dan logis juga meski agak liar dan bagi yang cukup concern dengan permasalahan kehalalan harta, wacana seperti ini tentu perlu dikaji secara mendalam dan seksama. Menurut Anda? Ah, sudahlah saya mau menghabiskan mie rebus saya dulu.
Possibly Related Posts:
Readers who viewed this page, also viewed:
- Rajab 1429
- Yusuf's Blog
- Mohon Doa Restu, Pembukaan Toko Sarung Tenun
- Happy Problem
- Comments in moderation






14 comments ↓
ehh… dari dulu saya ingin belajar investasi, tp sampe sekarang nda pernah kesampean…
Salah satu hal yg mengganjal dalam bermain saham adalah nilai syar’i tidaknya investasi jenis ini. Adakah yg bisa memberikan penjelasan ttg hal ini…??
Hhhmm..ga semudah itu untuk bermain saham dalam konteks transaksi yang islami. Setahu saya, pada prinsipnya islam memperbolehkan perdagangan / transaksi selama tidak mengandung unsur magrib (maisir, ghoror dan riba). Namun, pada saat ini kondisi perekonomian islam sendiri masih mencari bentuknya. Masih trial and error, bahkan masih tetap berkiblat pada sistem ekonomi/transaksi konvensional. Makanya untuk model transaksi saham islami yang baru ada sekarang adalah obligasi syariah dan reksadana syariah saja. Dan itupun masih terbatas transaksinya. Dan kayanya kalau ikutan beli saham seperti milik freeport dan yang sejenisnya, masih butuh pembicaraan panjang deh
Wallaahu a’lam bishowab
setahuku yg aman kalau beli saham di pasar primer, kalau pasar sekunder lebih banyak unsur spekulasinya, tapi memang di pasar primer masih gabung dg saham2 konvensional lainnya.. juga ada kategori saham2 yg gk boleh dibeli: e.g.:produknya haram(miras,dst), dll. Jadi intinya transaksi di pasar primer pun mesti berhati2. CMIIW.
Tp temenku bilang sih, mending beli saham2 yg ada di JII (Jakarta Islamic Index)->mirip jsx, cuma jii khusus buat yg udah ada sertifikasi halalnya.Jii itu cuma index doank btw.
Wallahu’alam bishowab.
bagaimana dgn banjiri jakarta dengan pustakawan?
kalo tau sampeyan punya niatan gini, mending beli pas IPO, harganya masih at par (100%). Tapi waktu itu udah lahir apa belom ya??? Hehe..
*Gak mampu beli.
Judulnya menarik sekali…’MENAKLUKKAN WALLSTREET’
Sepengetahuan saya…kalo boleh bagi-bagi info sedikit…kebangkitan Islam dekade ini ditandai dengan kebangkitan sektor Islamic Finance-nya. Jadi bukannya tidak mungkin Wallstreet akan kita taklukkan dengan Islamic Finance-nya. Amin.
Pada prinsipnya, ada beberapa instrumen di pasar modal dan aktivitasnya yang diharamkan dalam Islam dan ada juga sebagiannya yang masih dianggap masuk wilayah abu-abu. Dan tentu sebagian sisanya dianggap jelas keharamannya.
Yang dihalalkan secara singkat adalah saham-saham yang telah ter-screening dan diperdagangkan di Pasar Modal Islam di Indonesia, obligasi syariah (atau sukuk) dan reksadana syariah. Namun demikian sebagian besar berpendapat saham haram jika diperdagangkan short-sell atau istilahnya trading. Selisih antara harga beli dan jualnya dianggap riba. Jadi investor Islam hanya bisa mengharapkan dividen di akhir tahun saja. Obligasi syariah, pasar sekundernya masih diperdebatkan halal-haramnya karena prinsip memegang obligasi syariah mestinya dipegang oleh investor sampai jatuh tempo. Jika diperjualbelikan dipasar sekunder dan ada selisih harga dari harga nominalnya maka jumhur ulama Timur Tengah menganggapnya haram.
Valas hanya dibolehkan dibeli untuk kondisi tertentu seperti berjaga-jaga. Tapi jika mengharapkan keuntungan dari selisih beli dan jual maka masuk kategori riba dan haram. Dibolehkan misalnya jika memiliki anak-anak yang bersekolah di luar negeri jadi mesti membeli valas. Atau untuk berjaga-jaga karena kemungkinan melakukan perjalanan ke luar negeri misalnya.
Reksadana syariah….jika didalamnya main saham untuk trading, dan jika didalamnya ada jual beli valas maka menjadi tidak murni syariah.
Saya pribadi adalah mahasiswa manajemen ekonomi dan bisnis syariah FEUI…buat temen-temen yang mau gabung bisa daftar ke milis kami yang baru establish di s-best@yahoogroups.com. Sharia business and economics society. Bisa bertanya dan diskusi dengan teman-teman kami bahkan beberapa dosen tentang bidang tersebut.
Email ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk melakukan sosialisasi :)…
Dalam waktu dekat ini saya pribadi nampaknya akan jadi manajer investasi yang mengelola portofolio investasi syariah.
Sekali lagi…gabung ya di milis kami….
Terima kasih. Semoga bermanfaat.
#Mita,
terima kasih Mita atas infonya, cuma saya masih confuse dengan yg dimaksud Islamic Finance, keberatan nambahin infonya?
Oche….:)…..with all my pleasure….
Secara sederhana terjemahannya begini…
Finance=Keuangan
Islamic Finance=Keuangan Islam
Rata-rata backgroundnya ekonomi bukan ya?
Kalau bicara keuangan…kurang lebihnya secara sederhana berarti kita bicara tentang pasar modal, pasar uang, perbankan, investasi dan masih banyak lagi lainnya.
Apa sih yang membedakan ekonomi konvensional dengan ekonomi Islam/syariah? Atau lebih spesifiknya apa sih yang membedakan keuangan konvensional dengan keuangan Islami?
Pada prinsipnya, secara sederhana, yang membedakannya adalah tidak diakuinya konsep time value of money di sektor Islami. Simplenya, tidak diakuinya bunga (i=interest) dalam ekonomi maupun keuangan Islam.
Panjang sih pembahasannya…tapi yang paling prinsip adalah itu. Lainnya seperti value dan akhlak Islam yang harus ada dalam ekonomi dan keuangan Islam yakni penerapan hukum Islam.
Beberapa contoh instrumen keuangan konvensional dengan instrumen keuangan Islami…
obligasi konvensional >
Beberapa contoh institusi dan instrumen keuangan konvensional dengan instrumen keuangan Islamiā¦
pasar modal konvensional >
Mita…thankx atas infonya yah. kebetulan saya bekerja di PT. Danareksa Investment Management yang mengeluarkan produk Reksa Dana Danareksa Indeks Syariah dan Syariah Berimbang. Saya hanya tau kalau jenisnya syariah berarti portofilio reksa dana tersebut berisi saham2 yang ada di JII, obligasi syariah (sukuk) atau instrumen pasar uang (SWBI, Deposito Syariah). Sepertinya agak sulit jika hanya mengharapkan dari deviden karena salah satu kareteristik dari saham adalah perusahaannya tidak wajib mengeluarkan deviden. jadi untuk mengembangkan nilai investasi di reksa dana adalah dengan trading. terus kalau kondisinya seperti ini gimana donk ?
memang kita saat ini sedang berada di sistem ekonomi jahiliyah, yang nota bene dijalankan dg prinsip “riba” (time value of money), saya pikir selama kita masih berada di sistem seperti ini tidak akan pernah kita bisa 100% terhindar darinya. pikiran awam saya adalah selama kita bisa menjauhi kita jauhi, tetapi apabila terpaksa untuk bertahan hidup … ya kita ini manusia yang lemah
Berbicara masalah Islamic Finance, memang perlu kita mengerti/faham betul tentang ekonomi syari’ah itu sendiri, artinya bahwa banyak yang membicarakan mengenai bukti-bukti bahwa Islamic Finance telah terlaksana, akan tetapi yang menjadi pertanyaan saya adalah apa konsep dari Islamic Finance itu sendiri-sehingga dalam relita dapat diukur seberapa jauh kemurnian Islamic Financedilaksanakan dalam realita masyarakat.
dalam hal ini, kita juga perlu mengetahui akan makna uang dalam islam dan makna dalam konvensional, sehingga akan diketahui bahwa yang namanya uanga dalam islam itu harus berputar secara riil, sedangkan konvensional makan uang itu tidak jelas artinya uang akan berkembang baik digunakan dalam sektor riil maupun tidak digunakan tetap akan bertambah dengan sendirinya.
tahnks B-4.
dr Mhs JOGJA
warga Boyolai
where are you mita?
Mbak/Mas Mita:
yang dimaksud portofolio investasi syariah itu seperti apa ya?
penjelasannya?
Thx
Leave a Comment