“Life is unpredictable”
ujar seorang kawan.
“If we, know every thing written in Lawh mahfudh “up there”, life will lose its fascination and dynamism. People will stop to work hard, cease to hope and expect, pray and worship, for each one of us has known our destination”
seorang kawan lain menimpali.
“Seunpredict2ablenya kehidupan, mari kita pastikan bahwa kita masih mampu menemukan Allah di relung hati kita, seberapun sempitnya ruang itu”
ujar seorang kawan yang lain.
Menurutmu sendiri bagaimana kawan?






12 comments ↓
Menurut saya :
Masa depan hanyalah Milik Allah SWT, No One Knows About It…
Yang Kaya Bisa Menjadi Miskin, Yang Miskin Bisa Jadi Kaya, Yang Pintar Bisa Menjadi Hilang Ingatan, Yang Bodoh Bisa Menjadi Pintar, Yang Kita Ketahui Beriman Bisa Menjadi Kafir, Yang Kafir Berubah Menjadi Sangat Beriman dll…
So Just Pray To Allah SWT and Ikhtiar As Much As You Can…So That Allah SWT Will Make Our Life Easier Time After Time And Barokah Time After Time..
Wallaahu ‘Alam Bi Showab..
Kalau menurut saya, Allah SWT memang sudah membuat ‘SKENARIO TERBAIK’ untuk kehidupan kita, kapan kita dilahirkan, kapan kita akan kembali kepadaNya, kapan kita mendapatkan rezeki, kapan kita sakit, kapan kita sembuh, kapan kita…dsb. Semua sudah ditulis dalam ‘bukuNya’
Namun hal itu tidak bisa membuat kita akhirnya terdiam pasrah, menunggu sesuatu yang belum kita ketahui apa yang akan terjadi sedetik, semenit, atau sejam kemudian. Melainkan kita harus terus ‘bergerak’ dengan usaha dan doa yang maksimal. Dengan seperti itu, insyaAllah Allah akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk kita. Amiin…
Jadi, menurut pemikiran otak saya yang sempit ini, TAKDIR Allah SWT itu bisa berubah sesuai dengan ikhtiar dan doa yang kita lakukan, karena kita memang tidak tahu apa yang terjadi sedetik kemudian bukan ?
Wallahua’lam bishowwab…
The Journey is the Reward, - kadang the Reward dari suatu perjalanan bukanlah hasil dari perjalanan, tapi the Reward adalah perjalanan itu sendiri.
May the journey, the attempt, the good intention, and the pray we made be rewarded by Allah tabaraka wa ta’ala… Amin.
Rie-
Kalo kata om pecasndahe, “Selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan”. Aku setuju ama slogannya
Kejutan bikin kehidupan jadi berwarna, walau hikmahnya didapat jauh hari kemudian ketika kita sudah bisa menertawakan diri sendiri.
Wah, nyuri tema blog saya ya… hehe..
Hidup? maksud nya hidup di dunia? kalo itu yang anda maksud hidup itu cuma transit sebelum menuju kehidupan yang sesungguhnya.
Manusia ALLAH ciptakan bukan untuk menghuni dunia, tapi untuk menghuni kampung yang kekal abadi, yaitu Kampung Akherat, perbanyaklah bekal untuk akherat, karena kita akan kekal di dalamnya.
Hidup mah gimanapun jalanin aja penuh tanggung jawab.. *penyederhanaan*^-^ Nikmati apa yang bisa dinikmati.. Pahit manis- bisa diprediksi ato engga tetep aja ga bisa lari dari tuntutan essensial hidup itu sendiri *bener ga ya*
LiFe.. hmm
islam adalah agama yg menghargai proses…
meskipun segala sesuatunya telah tertulis di Lawh mahfudz…
Orang yang diberi banyak kemudahan, akan dinilai dari syukurnya…
Orang yang sedang diberi cobaan, akan dinilai dari sabar dan syukurnya…
maka berlomba2lah mengumpulkan “point2″ dalam memaknai LifE itu sendiri
I couldn’t agree more.
Hadn’t it been predictable, life become fruitless.
Demi masa, sesungguhnya manusia itu merugi. Kecuali yang beriman dan beramal sholeh, dan saling menasehati dengan kebaikan dan kesabaran.
Itu tips dan hints menghidupi hidup itu sendiri dari Sang Pemilik Hidup.
Nasib kita yang menentukan kita sendiri, karena Allah menyampaikan:
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali dia merubah nasibnya sendiri”
“Allah tidak akan menzalimi seseorang tetapi mereka itulah yang menzalimi dirinya sendiri”
“Allah bertindak sebagaimana prasangka hamba Nya”
Jadi semua itu tergantung pada kemauan kita untuk merubah nasib kita sendiri, jika kita mensyukuri kehidupan Allah akan menambah nikmat hidupnya itu, namun jika dia kufur Allah akan memberinya ganjaran.
Semua itu tidak lain adalah pilihan-pilihan kita sendiri.
Kalau saya, ‘life can be both predictable and undpredictable’. Ada elemen-elemen yang linier dan juga yang surealistik. Ada sekian banyak lagi ekspresi yang bisa ditawarkan: life is colorful or just spiteful. Life sucks atau justru rewarding. Intinya tetap saja soal “menemukan Allah” itu; sedang segala yang lain cuma format. Salam, Anwar.
Leave a Comment