Jadwal Pilkada DKI 2007

Jadwal Pilkada DKI 2007:

  • 1-7 Juni: Pendaftaran Calon
  • 16 Juni: Penetapan Calon
  • 20 Juni: Pengumuman daftar nama pemilih sementara
  • 26 Juni: Pengumuman daftar pemilih tetap (DPT)
  • 21 Juli - 4 Agustus: Kampanye resmi
  • 5-7 Agustus: Hari tenang
  • 8 AGUSTUS: HARI PEMILIHAN (libur)

Seperti disampaikan Perspektif.net, mengutip Muflizar dari KPUD dalam acara Gubernur Kita. Seingat saya terkait pengumuman daftar nama pemilih sementara, disampaikan pula bahwa pengumuman bisa diakses melalui situs resmi KPUD Jakarta, sehingga memudahkan warga untuk mengetahui apakah namanya sudah tercatat atau belum. Tanpa bermaksud suudzon, cuma sebaiknya jangan berharap besar terhadap fasilitas ini karena untuk melakukan pencarian jadwal pilkada (melalui tombol pencarian) saja tidak bisa. *atau jangan-jangan saya yang salah situs?

Possibly Related Posts:

Readers who viewed this page, also viewed:

Subscribe: get DHIKA DG delivered by email

12 comments

#1 rusle on 05.14.07 at 10:28 am

pertamax…hehhe

hmm….so milih siapa neh bung Dhika?
agak sulit saat ini mempercayai politikus yg mau jadi pejabat…mereka hanya pasang muka senyum dan kerja keras saat kampanye doank…tp saat dah menjabat….jadi most wanted karena gak terealisasi janjinya…

integritas: I do what I say I will do!!

#2 Lili on 05.14.07 at 3:36 pm

Dhika, makasih yaa ucapannya.
BTW, saking sibuknya persiapan lahiran, kayaknya keluargaku lupa daftar Pilkada deh… yaa gimana dong yaa? ada pendaftaran susulan gak?

#3 Dhika on 05.15.07 at 12:54 am

rusle,
saya warga Bekasi, jadi ndak milih di Jakarta. cuma secara ‘periuk nasinya’ kadang ketinggalan di jakarta, maka mau tak mau pilkada dki harus jadi perhatian juga.
saya masih mencoba menikmati adegan daud vs goliath versi jakarta ini; yang terlihat adalah incumbent masih suka main dengan pola lama rupanya. *cepe dehh…

Lili,
harusnya ya ada bu lili, coba tanyaken ke pak rt or pak rw-nya saja. kalo gak ikutan, gak seru ah :)

#4 Ngatiyo N on 05.15.07 at 11:50 am

Kalau aku sebagai orang awam
bagi calon Gubernur DKI
kalau sudah janji ke calon pemilih, ya harus di tepati
karena janji itu adalah utang
Biar pemilih tidak merasa di bohongi
Biar Sukses dan aman,karena tidak ada yang merasa di rugikan.

Salam Damai
PILKADA DKI

#5 Domba Garut! on 05.17.07 at 7:45 pm

Moga2 orang yang berdedikasi tinggi dan bener2 mbukti-in ‘ a man of his words’ yang menjabat deh..

No more non-sense..

#6 Fatah (putra daerah) on 05.22.07 at 10:07 am

Nyoblosnya tanggal 8 Agustus ya !! jangan salah ya !! soalnya sampe sekarang sengaja blom ngurus KTP Aceh nih !! supaya masih boleh ikutan Pilkada DKI ;)

#7 shaifeenkum on 06.02.07 at 10:11 pm

ehm… keliatanye bung dhika concern juga nich ama yang namanya pilkadal….
ada tiga bakal calon yang ngebet banget pengen jadi gubernur di jakarta kite, kalo analisa gw nich di jakarte cuman ada dua bakalan calon yang kuat yaitu Foke ama Bang Dani. kalo sarwono ibarat kata gusdur, kalo bang foke ama Bang dani itu telur ayam end sarwono ntu tahi nye.

FOKE

1.DUITNYA BANYAK tapi DANA KAMPANYE FOKE bakalan di KORUPSI team pendukungnya sendiri ( belajar dari Abisnya Dana Trilyunan Capres 2004 M-H yg di korupsi anak2 banteng )

2. KOALISI RAPUH, belum apa2 DEMOKRAT sudah merasa di Tipu sama koalisi pendukung foke karena sebagai penyumbang suara terbesar dalam koalisi tapi ga dikasi jatah Wagub. maka bisa di tebak mesin politik demokrat akan mandul

3. ANTI MILITER, Prodem adalah Underbow PDIP ( Partai pendukung Foke ) yg berasal dari kalangan kiri yang konsisten mengusung anti militerisme, maka bisa dipastikan mesin politik PDIP ga bakalan gerak karena Cawagub pendamping FOKE adalah Militer Aktif

4. LINGKARAN PENDUKUNG FOKE yang haus juga kekuasaan dan jabatan ini jelas merupakan ancaman bagi pembangunan di jakarta. lho kalo mesin politik demokrat dan Pdip di prediksi ga bakalan bergerak, lalu siapa yang gerak… yang bakalan tetep dukung cuman hansip, trantib ama forum betawi rese !

ADANG - DANI

1. PROFILE PASARAN, adakah polisi yang benar2 bersih? menurut saya yg ada adalah bersih 30% bersih 50 % atau Bersih 70 %. Nah bang Adang paling banter bersihnya cuman 70 % untung didukung ame PKS yang terkenal BErsih, jadi citranya terbawa bersih juga

2. BANYAK DUIT pilkada ibarat judi besar2an banyak yang menaruh ‘taruhanya’ ke si Bang Adang karena namanya kayak Roket naik terus seiring dengan gerakan lincah anak2 PKS dan kampanye ‘katrok’ team relawan oranye

3. DI KELILINGI orang baik, jujur dan militan, inilah faktor dominan yang akan membawa kemenangan menjadi gubernur,

Jujur saja saya mendukung Adang, bukan karena saya anti FOKE, atau Anti Militer Atau Anti FBR. tapi karena saya melihat dan menyaksikan ada berpuluh ribu pemuda di seluruh pelosok jakarta yang diam2 terus bergeliat memperjuangkan si Abang ini tanpa kenal lelah dan pamrih, semua semata karena cita2. Mampukah FOKE membendungnya? saya kira tidak !

#8 Purnama on 06.04.07 at 4:44 pm

Jeli juge analisa lo….
Kayaknye, rame-rame Partai Politik dukung FOKE justru nimbulin kesan :
1. Parpol-2 pendukung FOKE rame-rame pengin dapet bagian kalau FOKE menang…?
2. Jadi lucu ya… 1 lawan 15 partai… Jadi Kayak di filem aje…

Mudah-2-an yang bersih yang menang, sehingga Jakarte kite punye jadi lebih baik gitu…

#9 si jujur on 06.04.07 at 6:21 pm

Gampangnya aja: Di atas kertas Foke sudah menang dan jakarta tdk berubah (banjir, korupsi di pemda, kriminalitas, dll)!
Bagusnya kita sholat istikhoroh aja, mudah-2an hati nurani kita ditunjuki oleh Yang Maha Mengetahui, utk memilih Wagub/Cawagub yg tepat. Tul gak..?

#10 useone on 06.08.07 at 3:12 pm

kita ambil hikmahnya aja
tgl 8 libur……

#11 fahmy on 06.13.07 at 6:04 pm

kenapa mesti capek ngomong pilkadal, dua2nya gak ada yang menarik.. sistem Pemilihan yang salah, mau jadi Gub Kok Harus Pakai Perahu (Parpol) jadi aneh…Jadi gak bisa maju daerah ya.. yang maju ya parpolnya, semakin Rusak ya semakin diperbaiki perahunya oleh pemakai perahu tsb, jadi yang Maju daerah/Parpolnya ya..?…Apa Hebatnya Partai mereka?SISTEM PEMILIHAN YANG HARUS DIPERBAIKI, Hasilnya berani Taruhan…Hayo Siapa Mau Taruhan..

#12 Dhika on 06.14.07 at 9:47 pm

#fahmy,
bisa tolong kasih contoh pilkada di negara lain yang tidak menggunakan parpol? saya rasa dimana2 peran parpol tetap mengemuka. dengan bersandar pada taraf pendidikan masyarakat saat ini, calon independen malah bisa menjadi blunder.
yang terjadi saat ini parpol2 memang belum mewujud pada kondisi ideal yang kita harapkan, maka harus kita dorong untuk mewujud pada kondisi tersebut, bukan malah ‘diberangus’.
salah satu wujud kondisi ideal adalah majunya parpol akan membawa dampak pada majunya daerah, begitupun sebaliknya; saling memajukan!
btw, taruhan apa nih?

Leave a Comment