Dunia ini kejam bukan karena pelakunya, tetapi karena orang yang tahu tetapi diam saja.- anonim -
Seingat saya, kalimat ini saya dapatkan dari foto utama halaman depan koran Kompas *entah tahun kapan, lupa yang waktu itu menampilkan seorang gadis kecil yang tengah berunjuk rasa menentang peperangan dengan membawa sebuah papan bertuliskan kalimat di atas dalam bahasa asing.
Kalimat yang sederhana, namun terus terngiang dalam benak, seringkali membuat gundah setiap kali hendak tidur; “apakah saya termasuk golongan yang membuat dunia ini (nampak) kejam karena mendiamkan banyak hal yang seharusnya tidak didiamkan?” Dan tidak jarang menjadi semacam tolakan berpikir dalam beberapa tindakan.
Kemarin Arif, yang blogger dan mantan model, menjejakkan pesan melalui japri, mengabarkan bahwa dia menuliskan sesuatu hal yang menurutnya perlu saya konfirmasi. Pesannya membuat saya terheran, kenapa tulisannya yang menyebut-nyebut nama saya tidak tertangkap pada incoming links di dashboard wp dan bahkan colekannya pada sebuah tulisan saya juga tidak tertangkap. *tidak biasa-biasanya Sampai-sampai Arif sendiri yang harus mengabarkannya.
Setelah membaca utuh tulisannya, saya jadi agak gugup di bagian mana yang perlu saya konfirmasi. Karena seperti yang disampaikan oleh (ex) bapak blog Indonesia, ada logika yang loncat dan tulisannya juga agak doyong ke kanan dan ke kiri kata om7ack. *seperti metro mini yang kebut-kebutan kejar setoran?
Tulisan diawali dengan mengutip mengenai gerakan IBCI dan ditutup dengan hentikan generalisasi, apakah ada hubungannya? Mungkin ya menurut Arif, mungkin saja tidak jika baca secara seksama halaman panggilan buat beraksi. Saya selalu menyatakan Israeli military aggression, Israeli military operations, Israeli atrocities and their brutal aggression dan semacamnya. Satu kalimat yang berdiri sendiri menyebut Israel adalah pada There is no other word, Israel is the root of the problems in the Middle East. Maaf, hal yang ini tidak terbantahkan, pada kenyataannya kehadiran wujud Israel (secara utuh sebagai sebuah negara) di kawasan Timur Tengah memang cuma membawa masalah. Apakah karena judul gerakan sehingga kesimpulan generalisasi disematkan? Maaf kisanak, secara guyon saya hendak menyatakan, judul ini saja sudah kepanjangan.
Ok, sebagai penutup saya sepakat dengan hentikan gerakan saling benci, tapi benci yang bagaimanakah? Kalimat tersebut menurut saya mengandung muatan generalisasi yang jauh lebih akut.
Possibly Related Posts:
- Another IBCI Banner From Agus
- New IBCI Banner From HDN
- New IBCI Banner From JOKERz
- New IBCI Banner From oRiDo
- IBCI Watchlist
Readers who viewed this page, also viewed:
- Mohon Doa Restu, Pembukaan Toko Sarung Tenun
- Comments in moderation
- Mencoba BSM Net Banking
- Hadir di Pesta Blogger 2007
- Nominasi Blog Favorit: Edittag, Roniyuzirman dan Strategi Manajemen






10 comments ↓
mungkin kita salah satunya, yg diam, yg tak meyampaikan yang benar dan mencegah yang mungkar
Alhamdulillah dibales ama Dika. Terimakasih atas tulisan balasannya.
Hebat euy… Seneng ada kebebasan berfikir dan berpendapat.
Semoga ada tulisan lanjutan selain tulisannya Dika.
hhmm…dhik, saya tidak berfikir bahwa gerakan ini perlu dihentikan, kalau pun sedikit koreksi hanyalah masalah bahasa saja, sepertinya penulis minta dijelaskan lagi sama dhika masalah kata “israel”, siapa yang disebut israel tindakan apa yang kita benci dll yang terkait dgn hal ini. mungkin penulis bacanya secara cepat sehingga ia mengira israel yang kita benci2 selama ini adalah israel secara general, padahal sebenernya hal yang kita benci tsb sudah jelas adalah perbuatan keji yang tidak manusiawi :).
dan jelas juga bahwa tindakan menyeru kepada yang ma’ruf dan melarang kepada yang mungkar (salah satunya dengan mengutuk tindakan keji) adalah tugas kita bersama. dan bukankah ketika kita melarang perbuatan keji yang mereka (israel yang menzalimi muslim/non muslim) lakukan adalah sama dengan menyelamatkan diri kita sendiri, minimal menyelamatkan kita dari azab Allah SWT yang akan sampai kepada mereka yang melihat kekejian tapi tidak melakukan apa-apa meskipun hanya membenci tindakan kekejian tsb :).
Wallaahu ‘alam bishowab
Soal incoming links yang tidak terbaca, aku juga ngalamin tuh. Entah karena Technorati-nya atau faktor lain.
Coba cek lewat statistik (Awstat, misalnya), kalau beruntung ada klik dari link tersebut ya terbaca juga. Bukannya pakai Google-analytic juga?
betul, gerakan ini sudah benar…
kita mesti melawan, at least lewat tulisan dan hati….
aku kutip koment di blog nya arif;
soalnya, Israel sendiri yang mencoba merusak semua tatanan…
ketika mereka menandatangani pakta perdamaian, mereka lah yang pertama melanggarnya,
ketika mereka meminta pembebasan satu serdadu israel, di saat yang sama mereka telah ingkar janji untuk membebaskan 1000 rakyat palestina…
disaat mereka (dan anteknya: USA) mengagungkan demokrasi, disaat yang sama mereka tidak mengaKUi HAMAS yang memenangkan pemilu palestina…
katanya Israel pinter, tp saat ada konferensi Ahmedinejad untuk mengkritisi (bukan menafikkan sejarah) tragedi holocaust, mereka berang dan marah…
saat ini, menurut Sunday Times, Israel sedang mempersiapkan senjata nuklir untuk menyerang fasilitas2 nuklir damai Iran…
lha, agressor begitu mau dikasih hati…
dunia yang paradoks memang butuh hati yg menentramkan….tp kadang yang bebal gak perlu dikasih hati, malah mereka minta korban…
peace only for those not create a war!
OOT nih…
btw, harga olympus E-500 tuh 6,9juta friend…
nyarinya di Conexxion Mal Kelapa Gading atau di Electronic City…dapet bonus dua lensa+memory 2GB
lumayan 8,1 megapixel..
#Lita,
saya ndak serajin sampeyan ngecek google analytics
#ruslee,
saya jg sering mikir apa ya sebangsa israel itu patut ditebari kasih sayang,kalo emang ya berarti emang ilmu saya blm nyampe.
Btw,oot,jadi dirimu ini masih saudaraan ama brus lee?
punten..
yah ada hubungannya …dulu aku ditawari jadi sedokurnya bruce lee di filem, tp gw tolak, soale blum lahir…hahahaha….
eh, aku lupa nge-link this interesting blog…:p
aku link yah, with permission….
jadi merasa diri ini begitu lemah
yah, selemah-lemahnya tetap berdo’a untuk dunia yang lebih baik lah kang 
(…)membaca postingan teman-teman blogger tentang generalisasi, mas arif kurniawan dengan “haruskah saya membenci israel,fourtynine(…)
Leave a Comment