Penampakan yang cukup melegakan untuk sementara ini, membuat saya tidak terlalu bimbang untuk membolehkan Load Images merujuk pada angka batas yang telah bertambah.
Pengumuman resminya juga cukup melegakan, meski cukup membuat gonjang ganjing pada awalnya, meski paket promosinya keluar lewat dari bulan Oktober seperti yang dijanjikan semula, meski ternyata _cuma_ promosi sampai 31 Desember 2006 dan bukannya turun tarif permanen seperti yang saya bayangkan (atau impikan?).
Kalimat yang cukup menggundahkan adalah pada “..diskon dapat berbeda di masing-masing kota..”; kok dia bisa dapat modem gratis, saya tidak? kok saya bayar aktivasi cuma 100rb sementara dia gratis? kok saya bisa dapat potongan harga berlangganan, dia tidak? Menjadikan dorongan hati saya untuk bersyakwa sangka (buruk) pada (permainan petugas) Telkom Speedy lebih besar dari seharusnya karena samar saya terhadap skema kebijakan resminya.
Alangkah menariknya jika pihak TelkomSpeedy membuat blog korporat. Semua masalah (komunikasi) bisa diselesaikan dengan blog kata seorang kawan.
Possibly Related Posts:
- Bayar Tagihan Speedy Lewat KlikBCA
- Nusa Cyber, Internet 24 Jam Bebas Tambahan Di Kemang Pratama 2
- Agak Ajaib
- Update Firmware E61
- Hal Acak, H-5
Readers who viewed this page, also viewed:
- Rajab 1429
- Mohon Doa Restu, Pembukaan Toko Sarung Tenun
- Mencoba BSM Net Banking
- Sms Spam XL 818
- Hadir di Pesta Blogger 2007






9 comments ↓
Tetep aja masih mahal, kalau bisa sih diturunin lagi minimal sama dengan negara tetangga kita malaysia.
hmm aku kira harganya turun permanen!!! ternyata cuma promosi toh. pdhl kan kalo “bener2″ diturunin, makin banyak org di indo pake internet… stidaknya yang speednya setara ama yang diluar heuehuehe. biar bisa nonton youtube :P. stress aku tiap ke indo…internet lemot banget.
teteup mahal….dah gitu Telkom gak pernah berani nurunin harga secara permanen…bikin customer dag-dig-dug mulu…kayak Weekend Net yang 100/mnt, kemaren diperpanjang sampe Desember karena penggunanya melonjak. Jadinya mendorong kita untuk bersangka buruk ke Telkom…kan kesannya mereka cuma mentingin sisi bisnisnya aja…padahal dial-up itu yang paling penting untuk diturunkan karena pengaksesnya lebih banyak dan daerah pelayanannya lebih luas (di Indonesia). Jadi, tanya ken-apa?
iya mas dhika, kayaknya yg jadi problem dr dulu emang harganya tuh…
Saya nunggu sampe harganya murah dan permanen…baru deh insya Allah pasang speedy
#hanum,
sebainya buru2 daftar saja, karena makin banyak yg daftar katanya bakal makin diturunin tarifnya kedepannya *mimpi kita bersama…
Saya sih tidak ada pilihan lain kecuali harus pasang sambungan Internet, mahal atau tidak mahal. Demi pekerjaan.
Speedy ? OK-OK saja. Sudah sesuai janjinya yang 384 itu. Kalaupun kadang macet, masih mendingan dibandingkan jamannya saya pakai StarOne dulu.
berlaku berbeda di tiap kota, dan tidak berlaku di bali setelah dicek ke 147 telkom, dan tidak ditanggapi di portal speedy bali (aneh ya…jualan kok ngga serius).
Mungkin masih banyak pejabat telkom yang berpikir pendek, padahal efek baliknya kalau dibuat murah bakal banyak pelanggan baru (bukan hanya 3 bulan promo).
[…] Adhika Dirgantara […]
Leave a Comment