Demokrasi Hanya Buat Negara (yang sudah) Maju

Itu kata bapak ketika kemarin berkunjung ke Jakarta, biasalah nengokin anak-anaknya *masih pada utuh gak? :) sekalian nemenin ibu nyamperin bakul-bakul (pedagang); nawarin dagangan model baru sekalian nagih utang, namanya juga pedagang.

Meski sembari melakukan persiapan berangkat ke kantor, saya coba menyimak dengan seksama:
“Amerika, negara-negara Eropa dulu hidup dengan perbudakan, kemudian menjajah negara-negara lain, baru setelah negara jadi maju demokrasi dibuka”.
“Nah ini Indonesia, negara miskin; mau-maunya jadi mainan Amerika”
“Pemimpin otoriter, represif itu tidak masalah asal amanah; rakyat bisa mendapat hasilnya.”
“Salahnya Suharto itu represif tapi tidak amanah; buat kepentingan sendiri!”

Kemudian beliau menyebut Lee Kuan Yew dan presiden-presiden China. Saya lagi tidak (begitu) berselera menanggapi, namun tak urung (agak) membenarkan juga; demokrasi itu ‘mainan’ negara yang sudah maju dimana notabene pendidikan warganya sudah mumpuni dan pemimpin yang (terkesan) otoriter dan represif itu tidak masalah asal memang punya visi yang jujur untuk menyejahterakan rakyat bukan sekedar topeng. Toh, tidak mungkin semua hal bisa diakomodasi.

Hhhmm…menurut dirimu sendiri bagaimana?

Possibly Related Posts:

Readers who viewed this page, also viewed:

Subscribe: get DHIKA DG delivered by email

8 comments

#1 Irma Citarayani on 11.27.06 at 4:45 pm

Demokrasi buat saya adalah ketika kita bisa menyampaikan dan menerima “kebenaran” dengan legowo, dan sepertinya konsep demokrasi yang seperti ini belum ada ya :-)

#2 devie on 11.27.06 at 5:48 pm

lak gaya demokrasi amerika kan brarti yang banyak yang menang to? lak 90% busuk kabeh mosok yo arep dadi negara busuk? sependapat ma Bapaknya panjenengan. yang penting yang miskin dan makin miskin.

#3 QZoners on 11.28.06 at 3:49 pm

Wah..kalo bicara soal democrazy sih kayak bicara qunut. hehhe Tergantung darimana kita memandangnya. Wong yang jadi panutan soal democrazy aja kayak orang crazy beneran kok. Kalo demokrasi yang diajarkan Rasulullah saw sih bisa untuk negara manapun.. Tul nggak?

#4 mysyam on 11.29.06 at 10:05 am

hmm… daripada mainan negara, demokrasi, democrazy, dll.. mendingan ngoprek komputer tul g? :D

#5 abiyar on 11.29.06 at 1:35 pm

lha wong demokrasi itu kan racun busuk yang dijajakan yahudi lewat pemerintah negara2 kapir. kok mau2nya kita nyang negara muslim terbanyak penduduknya sedunia ini mo ngambil demokrasi jadi sistem negara. jadinya ya sekarang banyak nyang kelakuannya crazy akibat keracunan demokrasi.

#6 iman on 11.30.06 at 7:14 am

demokrasi buat saya adalah ketika mau beli pisang goreng tersedia dan harganya terjangkau, adalah ketika ngurus STNK ga di tawari melulu “jalur cepat”,

demokrasi buat saya adalah ketika …..

#7 al fakir on 12.02.06 at 4:20 pm

DEMOKRASI ITU AGAMA BARU KITA SEMUA

tidak di timur atau barat semua mengamini,
tak jua yang pro atau kontra yang diam-diam juga mengikuti,
semua ditidurkan oleh lagu gombal hak asasi
baju demokrasi jadi model trend masa kini
mulut di ngangakan tuk dituangi sperma globalisasi

sudahlah dunia sudah berhenti,mati suri
siapa yang mengikutinya tanpa sadar
akan menjumpai dirinya mampus sebelum kembali ke PangkuanNya

#8 jaletot on 09.01.07 at 7:25 pm

Tentang Demokrasi klik aja www.faridakhwan.net ditanggung halal

Leave a Comment