Sudah sedemikiankah kalian tidak punya uang,
sehingga bensin kalian irit sedemikian,
sehingga enggan memutar jauh sedikit,
dan lebih memilih berkendara melawan arus?
Sudah sedemikiankan kalian tidak punya waktu,
sehingga waktu kalian irit sedemikian,
sehingga enggan menunggu lama sedikit,
dan lebih memilih melanggar lampu merah?
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya sopan santun,
sehingga etika kalian irit sedemikian,
sehingga enggan mengantri lama sedikit,
dan lebih memilih berkendara di atas trotoar hak pejalan kaki?
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya rasa malu,
sehingga rasa malu kalian irit sedemikian,
sehingga enggan mengaku bersalah,
dan lebih memilih mencaci pengguna jalan yang taat aturan?
Sudah sedemikiankan kalian tidak punya keberanian,
sehingga keberanian kalian irit sedemikian,
sehingga enggan berbuat ksatria,
dan lebih memilih berbuat ugal-ugalan dalam keramaian?
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya rasa keadilan,
sehingga rasa keadilan kalian irit sedemikian,
sehingga enggan berhenti apabila berbuat merugikan,
dan lebih memilih berhenti hanya apabila dirugikan?
ps: dikopas (dengan sedikit perbaikan) tanpa izin dari sini. Eh Ga, bikin badge-nya dong!
A person is smart. People are dumb, panicky, dangerous animals, and you know it.
- Agent K - Men In Black
Sabtu malam, 18 Agustus 2007, Gerbang Utama Perumahan Kemang Pratama
Lalu lintas yang padat merayap di depan gerbang utama perumahan Kemang Pratama adalah hal yang lumrah, kendaraan yang bergerak keluar sama banyaknya dengan yang berkeinginan masuk perumahan ditambah dengan menyempitnya jalan karena langsung masuk jembatan.
Saya dan istri naik motor berduaan bermaksud masuk ke perumahan. Ketika melintas di tengah jembatan, saya sudah melihat ada konvoi motor dari dalam perumahan menuju keluar. Satu motor yang ditunggangi dua orang dengan salah satunya memegang light stick memimpin di depan, memerintahkan kendaraan yang dari arah berlawanan untuk minggir. Saya kurang tahu kenapa mereka memaksakan demikian, yang pasti saya terganggu dengan hal ini.
Saya tetap melajukan motor di jalur semestinya; tidak terlalu di tengah, meski juga tidak terlalu ke pinggir, masih ada cukup ruang buat konvoi melaju. Namun ternyata ruang tersebut dirasa kurang cukup oleh salah satu peserta konvoi, motor kamipun bersenggolan dengan cukup keras. Continue reading →
Alkisah ada sepasang manusia yang baru saja menikah; pastinya keduanya tengah digenangi perasaan bahagia penuh sukacita meski masih tinggal di rumah orang tua sang istri alias rumah mertua dipandang dari sudut sang suami, orang kebanyakan menyebutnya dengan Pondok Mertua Indah. *istilah ini agak bertendensi jender karena lebih melihat dari sudut pandang lelaki, ngerasa?
Tepat satu hari setelah menikah atau hari kedua tinggal di rumah mertua, sang suami harus pergi keluar kota seharian penuh; ini ‘tugas negara’, pantang ditolak adanya.
Ndak, jangan kau bayangkan sama seperti kisah sahabat jaman rosulullah Muhammad yang ketika terdengar panggilan jihad, langsung bergegas berangkat meski tengah menikmati malam pertama dan kemudian gugur syahid; kisah pasangan ini mah jauuuh dari itu. Continue reading →
Insya Allah, jika Allah berkenan, terhitung mulai 30 Juni 2007 (bertepatan dengan tanggal 15 Jumadil Tsani 1428H) nanti, saya akan menjalani ritme kehidupan yang berbeda dibanding sebelumnya; menjadi qowam atas seorang perempuan, bersama membina keluarga yang akan menemani sisa perjalanan hidup nanti, tersandar julukan sebagai seorang suami dan kemungkinan besar undangan untuk menghadiri rapat RW tidak datang dengan ‘malu-malu’ lagi karena titel kepala keluarga makin resmi menghampiri.
Ya, alhamdulillah atas do’a rekan semuanya, saya akan menikahi seorang muslimah yang telah Allah hadirkan dengan nama Vesta Fidentia pada pagi hari 30 Juni nanti. Berdebar hati sih pasti, tiada perlu ditanyakan lagi. Continue reading →
Yang penting bukanlah bagaimana aku bisa melakukannya, melainkan mengapa aku harus melakukannya… karena ketika mengapa itu begitu besar, maka bagaimana itu menjadi kecil.
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(Sapardi Djoko Damono, 1989)
ps: rinai hujan bulan juni selalu menginspirasi dan nampaknya rinainya kali ini begitu membuncahkan hati. Nantikan saja posting yang merinai berikutnya, masih dalam episode hujan bulan juni. *sok berasa seleb sekali
Apa yang menyebabkan kita gagal? Sebagian orang *yang bijak bestari mungkin akan mampu menemukan sendiri jawabannya, sebagian besar yang lain kemungkinan tidak akan menemukan jawabannya, bisa jadi karena memang mereka tidak berniat mencarinya. Yang pasti seorang kawan yang juga adalah seorang konsultan SDM mencoba merangkumnya dalam presentasi diatas.
Sejak beberapa bulan belakangan kawan ini memang mencoba berbagi ide melalui explorehr.org, dan setelah berkenalan dengan slideshare beberapa ide tersebut coba diramu dalam bentuk presentasi seperti diatas. Beberapa presentasi seperti sengaja dibuat sebagai nasehat buat saya.
Satu lagi presentasi yang saya suka adalah creating excellence mindset. Kalau kata jeng Jennie sukses itu mindset dan presentasi tersebut berbicara mengenai 7 elemen dari sebuah mindset yang excellenceexcellent.