Entries Tagged 'Opinion' ↓
November 27th, 2006 — Personal, Social, Opinion
Itu kata bapak ketika kemarin berkunjung ke Jakarta, biasalah nengokin anak-anaknya *masih pada utuh gak?
sekalian nemenin ibu nyamperin bakul-bakul (pedagang); nawarin dagangan model baru sekalian nagih utang, namanya juga pedagang.
Meski sembari melakukan persiapan berangkat ke kantor, saya coba menyimak dengan seksama:
“Amerika, negara-negara Eropa dulu hidup dengan perbudakan, kemudian menjajah negara-negara lain, baru setelah negara jadi maju demokrasi dibuka”.
“Nah ini Indonesia, negara miskin; mau-maunya jadi mainan Amerika”
“Pemimpin otoriter, represif itu tidak masalah asal amanah; rakyat bisa mendapat hasilnya.”
“Salahnya Suharto itu represif tapi tidak amanah; buat kepentingan sendiri!”
Continue reading →
August 27th, 2006 — Blogosphere, Opinion

Thanks again to Agus.
August 15th, 2006 — Blogosphere, Opinion

Thanks to oRiDo for the banner.
*time to ceasefire
August 5th, 2006 — Blogosphere, Opinion

Thanks to HDN for this simple but nice banner, so anyone else want to contribute?
Still waiting for something?
Dozens killed in Israeli air raids
Air raids kill dozens of civilians across country
August 5th, 2006 — Blogosphere, Opinion

Thanks to Yahya (via Lita) for this nice horizontal vertical banner, anyone else want to contribute?
@10:08
uups..why I can’t see it? Was it removed? *checking mode
IBCI
August 4th, 2006 — Blogosphere, Opinion

Thanks to JOKERz for this big banner, anyone else want to contribute?
IBCI
August 2nd, 2006 — Blogosphere, Opinion
Saya gagal menemukan (meski hanya sebuah) kecukupan rasionalitas yang mampu mendukung dan membenarkan apa yang telah dilakukan oleh Israel dan kebijakan yang ditempuh oleh Amerika di Timur Tengah hari-hari belakangan ini. Sebaliknya, yang mampu saya temukan adalah fakta-fakta rasional yang (lebih dari) mencukupi untuk meneriakkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebentuk kebiadaban, terperosok jauh sebagai kategori perbuatan yang terkutuk dan harus dihentikan segera!
Kegeraman yang sangat adalah sebuah konsekuensi logis yang menghinggapi; menyaksikan sesuatu yang memuakkan, namun tidak mampu berbuat banyak. Realitas lain bahwa saya punya ruang untuk menyuarakan apa yang menjadi kemuakan saya dan agaknya saya tidak sendirian, berdasar raungan bloglines, tidak sedikit blogger Indonesia menyuarakan kegeraman yang sama.
Continue reading →