Entries Tagged 'Opinion' ↓
September 4th, 2007 — Personal, Opinion
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya uang,
sehingga bensin kalian irit sedemikian,
sehingga enggan memutar jauh sedikit,
dan lebih memilih berkendara melawan arus?
Sudah sedemikiankan kalian tidak punya waktu,
sehingga waktu kalian irit sedemikian,
sehingga enggan menunggu lama sedikit,
dan lebih memilih melanggar lampu merah?
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya sopan santun,
sehingga etika kalian irit sedemikian,
sehingga enggan mengantri lama sedikit,
dan lebih memilih berkendara di atas trotoar hak pejalan kaki?
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya rasa malu,
sehingga rasa malu kalian irit sedemikian,
sehingga enggan mengaku bersalah,
dan lebih memilih mencaci pengguna jalan yang taat aturan?
Sudah sedemikiankan kalian tidak punya keberanian,
sehingga keberanian kalian irit sedemikian,
sehingga enggan berbuat ksatria,
dan lebih memilih berbuat ugal-ugalan dalam keramaian?
Sudah sedemikiankah kalian tidak punya rasa keadilan,
sehingga rasa keadilan kalian irit sedemikian,
sehingga enggan berhenti apabila berbuat merugikan,
dan lebih memilih berhenti hanya apabila dirugikan?
ps: dikopas (dengan sedikit perbaikan) tanpa izin dari sini. Eh Ga, bikin badge-nya dong!
July 25th, 2007 — Opinion, Politics
Saya ini bukan termasuk pecandu bola, namun kalau waktunya gegap gempita Piala Dunia, maka pantang dilewatkan rasanya. Satu hal yang saya ingat sedari kecil, saya selalu lebih demen ngebelain tim-tim dari negara yang belum terlalu kesohor namanya atau bahkan masih asing bagi saya, semisal: Senegal, Pantai Gading dan semacamnya. Rasanya puwas kalau melihat tim-tim ‘kecil’ ini bisa menumbangkan tim-tim yang kadung besar duluan.
Lho kok jadi ngomongin bola? Emangnya Adang Dani mau dikontrak ama timnas Senegal? Fauzi Prijanto jadi manajer timnas Pantai Gading?
Sebentar mas, sabar tho. Saya cuma hendak mengatakan bahwa tolakan berpikir lebih ngebelain tim yang (terlihat) lemah itulah yang awalan secara emosional mendorong saya untuk lebih mendukung Adang Dani dibandingkan Fauzi Prijanto untuk menjadi gubernur DKI Jakarta. Adang Dani yang cuma didukung PKS melawan Fauzi Prijanto yang didukung tidak kurang dari 20 parpol, ini ibarat anak kecil yang masih ingusan petentang petenteng berbekal ketapel dengan nekatnya hendak menumbangkan jawara kampung yang sudah kadung tenar dengan gaya keroyokannya. Uda Roni menyebutnya sebagai pertarungan Daud vs Goliath.
Continue reading →
April 4th, 2007 — Islam, Internet, Opinion
April tanggal 1 telah lewat dan alhamdulillah saya tetap saja belum tergerak untuk ikut-ikutan riuh rendah berkonyol ria pada tanggal tersebut. Namun kali ini saya mendapat pencerahan baru *baru bagi saya, bisa jadi sudah sangat basi aka basbang bagi anda dari Maiden di milis muslimblog yang beranjak dari kasus April tanggal 1 ini.
Kira-kira pemahaman yang saya pahami selama ini mengenai april mop ini adalah terkait sejarah pembantaian ummat muslim di spanyol dan beberapa cerita yang melatarinya. Salah satu arsip (dari mungkin ribuan arsip di berbagai media) mengenai hal ini bisa ditemukan di swaramuslim.net
Continue reading →
March 23rd, 2007 — Opinion, Ideas, Gadget
Cerita bermula ketika seorang adik yang suka ngeblog mendapatkan ‘hibah’ hp CDMA dari seorang kakak yang tentu baik hati, sebuah Samsung SCH-X979. ‘Hibah’ ini bukan tanpa imbalan karena sang adik telah membantu mengamankan domain yang berkaitan dengan usahanya dan membantu mengkonfigurasikan email untuk membantu kelancaran usaha. Sembari kerapkali menyebut-nyebut usahanya di blog ini untuk membantu mengenalkannya ke khalayak ramai. Imbal balik ini tentu saja belum cukup.
Sebelumnya sang kakak menjodohkan hp ini dengan Flexy, lancar-lancar saja. Namun ternyata sang adik belum cukup beruntung karena ketika dia mencoba menjodohkan hp tersebut dengan Fren, si hp menolak dengan mengatakan Insert SIM Card. Pun demikian ketika mencoba menjodohkannya dengan Esia. Utak-atik, bongkar-bongkar; hasilnya sama. Kesimpulan hp ini bermasalah setelah berpindah tangan dan perlu dibawa ke bengkel. Alhamdulillah, di dekat pintu tol Bekasi barat terdapat bengkel resmi Samsung. Judul resminya Samsung Service Center, seperti yang tertera pada papan besar di depannya. Maka dibawalah hp tadi kesana.
Continue reading →
February 22nd, 2007 — Art, Opinion, Books
Pernahkah terlintas dalam pikiranmu,
tentang seseorang yang hadir di beranda?
Dialah yang menangkap setiap
perasaan bimbang dan cemasmu.
Pernahkah engkau benar-benar merasa takjub,
ketika ia mengatakan: “Burung kolibri merah dadu itu
kuterbangkan dari hatiku, hanya untukmu. Sungguh.”
Lalu kaucuri sepasang bintang dari tatapannya
yang amat cemerlang. Pernahkah?
Selalu saja terbit perasaan ‘menyesal’ setiap kali tuntas membaca karya-karya mas Kef karena ’sihirnya’ mampu membuat kita terjerembab pada situasi melankoli mendayu-dayu biru. Sebuah situasi yang jika tidak mampu dikendalikan dan ditempatkan pada ruang yang semestinya hanya akan berujung pada lamunan yang memfatamorgana. Dan benarlah, ’sihir’ ini kembali terbukti melalui kelembutan deskripsi dan intonasi diksi dalam buku kumpulan cerpen (cinta) terbaru mas Kef, Burung Kolibri Merah Dadu.
Continue reading →
PengumpulSastra
January 9th, 2007 — Blogosphere, Opinion
Dunia ini kejam bukan karena pelakunya, tetapi karena orang yang tahu tetapi diam saja.
- anonim -
Seingat saya, kalimat ini saya dapatkan dari foto utama halaman depan koran Kompas *entah tahun kapan, lupa yang waktu itu menampilkan seorang gadis kecil yang tengah berunjuk rasa menentang peperangan dengan membawa sebuah papan bertuliskan kalimat di atas dalam bahasa asing.
Kalimat yang sederhana, namun terus terngiang dalam benak, seringkali membuat gundah setiap kali hendak tidur; “apakah saya termasuk golongan yang membuat dunia ini (nampak) kejam karena mendiamkan banyak hal yang seharusnya tidak didiamkan?” Dan tidak jarang menjadi semacam tolakan berpikir dalam beberapa tindakan.
Continue reading →
December 23rd, 2006 — Personal, Opinion
Bermula dari wacana swakelola secara mandiri kebersihan dan keamanan warga RW 36 komplek perumahan Kemang Pratama 2 Bekasi yang sebenarnya sudah timbul tenggelam sejak lama; masalahnya sederhana saja karena seringkali pengembang komplek perumahan yang selama ini juga melakukan pengelolaan kebersihan dan keamanan menaikkan iuran kebersihan dan keamanan ini secara sepihak (dan _brutal_). Wacana menjadi tenggelam ketika dibenturkan dengan realitas bahwa sebagian besar warga bergantung pada air dari pusat pengolahan air yang mana kepemilikannya memang murni bisnis pengembang dan jika warga melakukan swakelola (denger-denger) ancamannya adalah air tidak akan dialirkan.
Namun beberapa waktu belakangan ini, pengurus RW 36 (RW dimana saya menjadi warganya) kembali memunculkan wacana swakelola dan kemudian berdasar rapat dibentuklah “Tim Sembilan” untuk memuluskan rencana ini; semangatnya adalah demokrasi dan kemandirian. Dari hasil hitung-hitungan didapat angka bahwa jika melakukan swakelola iuran bersama bisa lebih murah dibandingkan iuran yang dipungut oleh pengembang. Dari angket dan surat pernyataan bersama yang coba disebarkan, didapat hasil bahwa 97% warga RW 36 menyatakan setuju untuk melakukan swakelola (469 setuju dan 15 menolak). Dari hasil ini, maka diajukanlah surat kepada pengembang yang intinya bahwa mulai bulan Januari 2007 warga RW 36 bermaksud melakukan swakelola terhadap kebersihan dan keamanan lingkungan, sehingga pengembang tidak perlu lagi melakukan penarikan iuran kebersihan dan keamanan.
Continue reading →