Entries Tagged 'Art' ↓
June 10th, 2007 — Personal, Art
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(Sapardi Djoko Damono, 1989)
ps: rinai hujan bulan juni selalu menginspirasi dan nampaknya rinainya kali ini begitu membuncahkan hati. Nantikan saja posting yang merinai berikutnya, masih dalam episode hujan bulan juni. *sok berasa seleb sekali
June 5th, 2007 — Art, Books
Rasanya tidak ada dari kita yang tidak punya mimpi dalam menjelajahi kehidupan, terkecuali mungkin sebagian saja yang telah terjangkiti penyakit kikir akut, sehingga mereka teramat pelit, bahkan untuk sekedar bermimpi. Yang membedakan nantinya adalah apakah mimpi-mimpi tersebut mampu menggerakkan dan menginspirasi bagi misi-misi penaklukan dalam kehidupan pemimpinya atau sekedar berhenti dan dicukupkan sebagai mimpi.
Edensor adalah nama sebuah desa khayalan yang dikutip dari novel karya Herriot, Seandainya Mereka Bisa Bicara, kenangan A Ling untuk Ikal. Khayalan terhadap desa ini telah menghantarkan Ikal (dan Arai) kepada penaklukan-penaklukan yang gagah berani.
Continue reading →
February 22nd, 2007 — Art, Opinion, Books
Pernahkah terlintas dalam pikiranmu,
tentang seseorang yang hadir di beranda?
Dialah yang menangkap setiap
perasaan bimbang dan cemasmu.
Pernahkah engkau benar-benar merasa takjub,
ketika ia mengatakan: “Burung kolibri merah dadu itu
kuterbangkan dari hatiku, hanya untukmu. Sungguh.”
Lalu kaucuri sepasang bintang dari tatapannya
yang amat cemerlang. Pernahkah?
Selalu saja terbit perasaan ‘menyesal’ setiap kali tuntas membaca karya-karya mas Kef karena ’sihirnya’ mampu membuat kita terjerembab pada situasi melankoli mendayu-dayu biru. Sebuah situasi yang jika tidak mampu dikendalikan dan ditempatkan pada ruang yang semestinya hanya akan berujung pada lamunan yang memfatamorgana. Dan benarlah, ’sihir’ ini kembali terbukti melalui kelembutan deskripsi dan intonasi diksi dalam buku kumpulan cerpen (cinta) terbaru mas Kef, Burung Kolibri Merah Dadu.
Continue reading →
PengumpulSastra
January 6th, 2007 — Art, Notes
“Ow! Begitu. Apakah dalam referensimu, kebebasan adalah semacam rasa pikun akan kehadiran Tuhan? Lalu di mana sebenarnya kita berdiam? Sejak kapankah dirimu menciptakan bumi untuk kau tinggali bersama kebebasanmu yang absurd itu? Bahkan di atas sebutir pasir pun, kau tak memiliki zona bebas bercinta, tanpa merasai kehadiran-Nya.”
Kejora dalam Geni Jora (hal.10), sebuah novel oleh Abidah El Khalieqy.
July 22nd, 2006 — Personal, Art, Books
Rasanya sulit (bercampur tidak tega :)) bagi saya untuk menolak ajakan mas Kef menghadiri diskusi bentang sastra dunia malam tadi. Bagaimana tidak? Sampai-sampai beliau bersedia menjemput saya di kantor untuk jalan bareng. Ah tidak perlulah, akhirnya kita janjian bertemu di JHCC untuk kemudian jalan bareng ke MP Book Point, tempat diskusi berlangsung.
Continue reading →
May 1st, 2006 — Personal, Art
SELAMAT JALAN, PRAM
Selamat jalan, buku
Selamat sampai di ibukata, ibunya rindu
Selamat terbang mengarungi ziarah waktu
Maafkan kami yang belum usai membacamu
Joko Pinurbo 30-4-2006
Dengan segala asa, rasa, cinta dan kontroversi yang ditinggalkan, turut berduka atas berpulangnya Pramoedya.
*puisi dikutip dari milis KSB.
Pramoedya