Meski pada perkembangannya internet terus bergerak menjadi sebuah pusat pengetahuan yang hampir-hampir tidak berbatas, bergerak menjadi sesuatu yang makin memudahkan orang untuk mencari tahu mengenai sesuatu, namun bertanya langsung pada pada orang (baik secara langsung maupun melalui sebuah komunitas) yang sekiranya lebih tahu agaknya masih menjadi sesuatu yang lebih diminati pula, minimal sepenglihatan dan sepengalaman saya. *bisa jadi penglihatan dan pengalaman kita berbeda.
Boleh jadi disebabkan kekurangtahuan bagaimana mencari sesuatu yang dicari itu, bisa jadi pula sudah tahu bagaimana mencarinya namun malah tersesat, bisa pula sudah menemukan apa yang dicari namun kok ndak ngeh-ngeh apa maksudnya. Apapun sebabnya, yang pasti bertanya pada orang memang lebih ‘gurih’ kemana-kemana, bisa berinteraksi langsung, syukur-syukur malah bisa dibantuin lebih.
Dan memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut, malah bisa menambah rekat pertemanan dan hal positif lainnya. Namun mungkin saya agak sedikit beda (kemungkinan juga kamu), entah sejak kapan memulainya, saya lebih suka untuk melakukan eksplorasi terlebih dahulu terhadap berbagai sumber yang sekiranya bisa membantu menjawab permasalahan yang menghampiri saya sebelum sampai benar-benar ‘mentok tembok’ *seringan sih memang mentok dan bertanya pada kawan-kawan yang cukup berpengalaman dengan masalah yang saya hadapi. *kita bicara mengenai hal umum (teknis/non teknis), bukan masalah pribadi yang sensitif cenderung melankolis mendayu-dayu.
Gambarannya, jika terkait definisi atau istilah umum maka saya akan tanya pada mbak Wikipedia. Jika terkait hal yang lebih luas, maka tanya pada mas Google atau dik Technorati. Jika terkait sebuah aplikasi atau layanan, maka coba-coba menekan tombol F1, baca-baca dulu manual, dokumentasi, help atau FAQnya.
Bukannya hendak sombong *ndak punya modal buat disombongin sehingga cenderung mau menyelesaikan semua persoalan sendiri, cuma rasanya kok mubazir jika persoalan tersebut sudah pernah dialami orang lain, sudah ditemukan jawabannya dan coba disebarluaskan melalui internet namun malah ndak dibaca *bikin help itu sulit lho. Lagian juga merasa kurang nyaman kalau harus ‘terlalu’ merepotkan orang lain *meski kenyataannya saya paling sering merepotkan orang untuk sebuah permasalahan yang sebenarnya sudah ada jawabannya.
Nah serunya, pola berpikir yang semacam ini terbawa pula ketika mencoba menjawab pertanyaan orang lain baik secara langsung maupun melalui komunitas (milis, forum). Untuk pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya ‘gampang’ dicari jawabannya di internet, saya lebih suka memberikan tautan yang sekiranya berisi informasi yang dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut atau sekedar memberikan kata kunci. Kecuali untuk kasus khusus, si penanya sudah mencoba mencari kesana-kemari, sudah memaparkan apa saja yang sudah dia lakukan namun tetap mentok, maka jawabannya perlu perhatian khusus pula. *meski kenyataannya saya jarang menjawab pertanyaan khusus seperti ini.
Cara menjawab seperti ini mungkin bagi sebagian orang menimbulkan kekurangnyamanan, orang bertanya malah cuma dikasih tautan. Bahkan tidak jarang menimbulkan kesalahpahaman, dikatain gak mau bagi-bagi ilmu segala *sungguh fitnah nan keji
. Padahal kenyataannya adalah hal yang menyenangkan jika bisa membantu, menyenangkan pula jika mampu berbagi ilmu, mendapat banyak kawan. *the best gift I want is always to have friends kata seorang kawan. Cuma saya lebih suka melakukannya dengan cara yang lebih efektif *minimal menurut saya dengan memberikan tautan yang berisi informasi yang seringkali jauh lebih banyak dari yang diperlukan. Mencoba menularkan cara saya ketika menghadapi masalah dengan eksplorasi ke berbagai pihak terlebih dahulu sehingga orang-orang yang telah dengan susah payah menuliskan jawaban akan sebuah masalah tersebut bisa mendapat lebih banyak kebaikan. Ini menurut saya, menurut kamu sendiri baiknya bagaimana?
*ada tips menarik dari kang Harry mengenai cara bertanya yang baik dan coba ditulis ulang oleh ARS. terima kasih sangat buat yang telah menginspirasikan saya menuliskan hal ini.
Possibly Related Posts:
- Saling Berkelindan
- Ibu dan Siti Hajar
- Nasi Goreng Balado
- Adhika Dirgantara Dan Tiga Kesalahpahaman Mengenainya
- Superfluous
Readers who viewed this page, also viewed:
- Mohon Doa Restu, Pembukaan Toko Sarung Tenun
- Lebih Baik Mencoba
- Superfluous
- Mencoba BSM Net Banking
- Sms Spam XL 818






23 comments ↓
Maafkan saya ya Pak kalau selama ini kebanyakan tanya dan sering merepotkan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmatNya untuk Pak Dhika yang senantiasa saya ‘gangguin’
*Tumben ada satu emoticon
? Ndak diralat Pak ? 
Oke sekali postingannya, ketika kita tidak mengetahui sesuatu, maka kita bisa bertanya kepada yang lebih tahu. Namun jika kita mengetahui sesuati hal, dan ada yang bertanya,kita juga harus menjawab pertanyaan semampu kita, kalo kita ternyata belum tahu kita malah bisa termotivasi untuk mempelajari yang ditanyakan itu. Perlu juga kita posting di blog ilmu-ilmu yang telah ktia miliki. Sharing gitulah. Mengamalkan ilmu sangat mulia sekali.
Masalah terbesar kita nanti adalah di Alam Kubur, ALam Mahsyar, Alam Syiroth dan Alam Mizan.
Saya sedih ketika menyadari begitu banyak saudara saudara kita yang bingung menyikapi maksud hidup, “maksud ALLAH menghantar kita kebumi ini”
Di Dunia ini kita tidak punya masalah, untuk keperluan jasmani :
1. ALLAH sudah tebarkan Oxygen diseluruh permukaan Bumi untuk manusia bernafas, tanpa harus di hitung dengan meteran atau rekening pada setiap tarikan nafas kita buat;
2. Untuk minum, ALLAH turun kan hujan dan ALLAH alirkan sungai sungai dari gunung; tanpa ditarik sepeserpun rekening sepert hal nya PDAM .
3. ALLAH tumbuhkan berbagai macam tanaman untuk kita makan.
4. ALLAH edarkan matahari untuk menerangi bumi, ALLAH atur siang dan malam agar kita bisa istrirahat.
5. Untuk petunjuk, ALLAH turun kan 125.000 Nabi, kemudian masih juga kurang, ALLAH turunkan AL-QURAN sebagai petunjuk. 6000 ayat lebih ALLAH turunkan untuk mengajarkan manusia melalui Baginda Rasulullah SAW, agar manusia ini selamat hidup di dunia yang sementara ini dan Di Akherat yang selama lamanya.
Lantas apalagi masalah kita??????
Kenapa kita bingung….??????????
Tugas kita di muka bumi ini cuma untuk beribadah, tidak ada perintah untuk bekerja, untuk mengembangkan teknologi, apalagi main internet seperti ini, buang buang waktu.
Main internet itu anggap seperti ke WC aja, keperluan aja, jadi jangan kita lama lama di WC, lebih banyak mudhorat dari pada manfaat, hari hari kita lihat aurat bukan muhrim kita, DOSA, ngobrol dengan wanita yang bukan muhrim, DOSA.
Mulai lah membaca AL-QURAN, pelajari lewat Ulam Ulama, Orang orang Alim.
Tidak ada yang bisa menyelamatkan kit aselaian Agama dan AL-QURAN. Tidak ada kitab di Dunia ini yang bisa menandingi kehebatan AL-QURAN.
Jangan anda hapus, jangan sembunyikan kebenaran, dan jangan halangi hidayah.
Klo lagi di depan internet, saya juga cenderung spt Dhika. Nanya2 dulu (yg paling sering) ke mbah Google. Klo mentok..baru deh hubungi pakar
Memberi jawaban pun ada seninya.
Selalu melayani jawaban pertayaan orang lain, ibaratnya seperti memberi ikan seumur hidup. Memberi tahu seseorang bagaimana ia mencari informasi terlebih dahulu, atau tautan, atau hints, ibaratnya seperti memberikan kail. Dengan kail, orang bisa mendapatkan ikannya sendiri seumur hidup, dengan lebih terhormat.
bertanyalah , karena jika tidak kau akan sesat di jalan .
ALLAH akan membantu seorang hambaNya, apabila hambaNya itu menolong saudaranya sesama muslim.
Apabila seorang muslim menutup aib saudaranya sesama muslim, maka ALLAH akan menutup aibnya pada hari kiamat.
Apabila seorang membuka aib saudara nya, maka ALLAH akan membuka aibnya pada hari Kiamat, bahkan ALLAH akan permalukan dia dalam rumahnya sendiri.
Jadi, kita harus selalu siap sedia membantu saudara kita sesama muslim.
Wah, buat saya internet itu bukan ‘main’, om misterius. Internet adalah jawaban bagi keinginan saya untuk belajar tanpa terkekang tempat, berhubung saya ibu rumah tangga penuh waktu.Lebih banyak mudharat daripada manfaat itu kan kata anda, jangan samakan seluruh orang dengan pengalaman anda dong.Mulailah menggunakan internet sebagai media yang penuh manfaat, pelajari lewat orang yang lebih berpengalaman dan lebih tahu, netter.Jika tidak/kurang tahu, ya tanya. Namun bertanya (ala pengguna internet) juga ada caranya yang baik, ya seperti yang dijelaskan pak Dhika ini. Berkomentar di blog orang juga sebaiknya sesuai topik, tidak spamming. Seperti saya ini :DBTW aku juga lebih suka menjawab dengan memberi tautan. Disertai kemurahan hati berupa sedikit cuilan dari artikel yang dimaksud, supaya penanya tergoda untuk datang sendiri melihat rupa asli artikelnya
Gak ada loe, gak rame hehehehe…
yaaahhhh Dhika, kok tampilannya jadi buntet gitu seh, kan aku udah pake html, dan di preview juga udah ‘indah’. huh…
Buat Bu Lita –> Iya bu, Tapi yang paling penting itu belajar Agama, Agama itu kebutuhan utama, Ilmu lain cuma keperluan aja, pendukung gitu lho.
Jadi kalau internet dipakai buat belajar Agama itu baik juga, tetapi tidak baik sekali. Karena tempatnya enggak pas.
Ibarat Sholat di tengah pasar, yang benar kan Sholat itu di mesjid. Belajar agama juga bukan di internet tapi di majelis Taklim. Oke gak bu??
#Lita,
buntet gimana tho bune? *ndak paham*
#themisterius,
:), mas, sampeyan nampaknya terlalu mendikotomi situasi. ndak sepakat sama sekali saya kalau mau belajar agama cuma di masjid, ikut kajian.
dengan mengamati bintang dan bulan saya jadi bisa belajar mengenai kebesaran Allah, cukup melihat anak jalanan saya bisa belajar untuk berbagi, berkasih sayang layaknya yang diajarkan rosulullah Muhammad. dengan berinteraksi di internet, saya jadi bisa belajar implemen watawashoubil haq watawashoubi shshobr.
down to earth dong ah…
*Katanya salah satu tanda orang yang berfikir adalah bertanya…
* Untuk masalah teknologi saya lebih nyambung kalau diberikan jawaban dengan tutorial secara langsung terhadap masalah yang saya hadapi, entah kenapa ya, mungkin karena saya tipe yang visual…(atau emang males ngutak ngatik hehe..)
*Duh the misterius, anda tuh hidup di planet mana siy?? Ilmu Allah SWT itu tidak berbatas pada ilmu agama doang, apakah Allah SWT pernah mengatakan apa definisi ilmu agama?? Lagian belajar tentang agama mah anywhere aja, kok sempit sekali kalo cuma bisa belajar di kajian ta’lim…
Halah, apa ya nggak ada majelis online. Pak misterius ini saja yang belum tahu. Padahal kawan2 di Jepang sering mengajak streaming ikut menyimakkajian di sana.
Internet itu media, bukan tempat. Seperti angkot. Ngga naik angkot ya ngga papa, datengin aja masjid di Korea, tempat temen2 saya ngumpul. Tapi kan ngga efisien.
Sepertinya anda harus belajar dulu darimana internet bermula. Yaitu dari kegiatan transfer ilmu antar para ilmuwan di berbagai tempat. Supaya gampang, gak harus ndatengin satu-satu, ya bikin jaringan. Internet. Yang anda ibaratkan sebagai WC ini.
Tidakkah bumi Allah itu luas? Tidakkah ilmu bisa dipungut dari mana saja?
. Dari sini saya tarik negasi: jika tidak di masjid maka sholatnya tidak benar??? Tidakkah shalat bisa ‘di mana saja’ asalkan tidak di tempat yang diharamkan? (dus shalat di pasar ya boleh saja) Kenapa anda persulit yang mudah?
Ah, OOT mulu. Bosen.
Dhika, aku bikin komentar yang sebelumnya itu sebenernya bentuknya seperti komentar yang ini. Ada beberapa paragraf, masing-masingnya hanya 2-3 baris. Lha kok munculnya buntet jadi satu gitu
*lha apa di e-mail komentarnya gak keliatan kalau saya pake html?*
themisterius: “Tugas kita di muka bumi ini cuma untuk beribadah, tidak ada perintah untuk bekerja, untuk mengembangkan teknologi, apalagi main internet seperti ini, buang buang waktu”.
Saya ikut menghormati pemahaman anda ini, semoga dapat menyelamatkan.
Allah SWT menciptakan keanekaragaman merupakan rahmat dan sunnatulloh, termasuk perbedaan faham. Jelas kutipan dari paparan anda menunjukan kita berbeda faham! Bukan tempat anda di internet kalo mau ibadah salah-salah bikin orang ga selamat hatinya gara-gara apa yang anda sampaikan ga tepat!!! Salah salah Islam disajikan dengan tampilan ga sedap!!
OOT: Bid’ah itu berbahaya!! karena seseorang yang bid’ah selalu merasa benar atas ibadah yang dilakukan. Oleh karena itu membuka wawasan dan terus mencari/membaca ilmu dimanapun berada jadi PENTING! jadi.. seberapa banyak ilmu islam yang telah kita miliki? meningan juga terus buka wawasan daripada hujat sana hujat sini .. Assalamualaikum
[…] No deep thought poured for this week. I’m still thinking though, answering your comments, and picking ‘fights’ with just the right people (or simply a person) for me But do pardon my handicap, please. […]
cuma mau nyepam, saya hadir!
keep on writing ya…
#dini,
spam termasuk kegiatan kurang menyehatkan
satu hari saya datang ke satu gereja, berniat untuk melaksanakan sholat dhuhur. Petugas di gereja tersebut memarahi saya, karena saya mau sholat di gereja.
Saya bertanya, bukankah gereja juga rumah Tuhan?
Makin OOT aja, hahahahah
#Eep –> emang enak, He he he….
Sholat Fardhu itu hampir mendekati wajib untuk dilaksanakan di Mesjid, kecuali Tahajud Withir Dhuha dan lain lain sholat sunat boleh di rumah.
Rasulullah tidak pernah sholat Fahrdu di rumah.
Kaum wanita di jaman Rasulullah juga dianjurkan sholat di rumah.
Gak tau kenapa sekarang wanita boleh buka aurat dan berjalan kemana mana tanpa di dampingi muhrim, apakah alasan kemajuan zaman sehingga isi AL-QURAN diralat sehingga wanita boleh buka aurat dan boleh berjalan kemana mana tanpa muhrim.
#mrsmisterius
Saya cuma kasian kepada saudara saudara, umur kita rata rata udah 40 tahun, paling lama kita hidup 30 tahun lagi, itu pun kalo panjang umur.
Koq yang dibahas melulu yang cuma akan dipakai 30 tahun kedepan ini,
Padahal setelah itu kita akan menjalani hidup yang lamaaaaaa sekali, bukan 100 atau 200 tahun tapi milyaran bahkan trilyunan tahun.
Kita akan lewati Alam Kubur, Mahsyar, Syiroth dan Mizan.
Kenapa tidak mulai memikir kan ini ???
Bela belain ngejar karier, yang paling banter dipakai 20 tahun, karier di Akherat yang kekal abadi tidak anda pikirkan.
Bela belain ngejar Phd, MA, MM, S3, S4, dan S S S lainnya yang paling banter cuma 10 tahun bisa dipake, abis itu??
Mulailah pikirkan tentang Akherat yang lamaaaaaaaaaa sekali. Yang perlu bekal buuanyuaaaaaak banget.
[…] Kemarin sore terjadi gempa dan tsunami (lagi) dan hari ini bloglines ‘meraung-raung’ mengabarkan berbagai pikiran orang terkaitnya; pertanyaan akan kejelasan, sekedar info dalam bahasa yang beda, sedikit analisa dan gambar peristiwa, kabar keluarga, perenungan dan beragam lainnya. Terus posting ini apa? Ah, sekedar ungkapan turut berduka. Tidak ada musibah yang tak menghimpit dada dan menguras air mata, terlebih beruntun peristiwanya. Kemarin tangan ini mencoba terbuka, namun nampaknya Anda tidak belajar dari peristiwa. Apa yang Anda sampaikan mungkin benar, namun cara Anda menyampaikan nampak seperti meracau menelikung segenap asa. Membuat saya gagal menemukan Anda seperti yang Anda uraikan. Tidak nampak seperti kawan seperjalanan demi surga sebagai tujuan sejatinya, lebih nampak sebagai Tuan yang merasa paling benar diatas segalanya. Tidak, saya tidak ‘mengurung’ apa yang Anda sampaikan, tempat sederhana ini telah memahami tabiatnya dan berlaku seperti seharusnya. Dan tempat ini tetap terbuka bagi siapapun yang hadir dengan tangan terbuka pula. […]
assww. bagus juga mampir disini. soal belajar ilmu itu perlu. Ya agama ya dunia. asal sadar bahwa dunia itu ujian. yg lulus masuk surga. yg gak lulus masuk ……..
jadi ingat cerita pelacur yang masuk surga karena mengorbankan makanannya yg hanya tinggal sepotong untuk diberikan ke anjing sekarat yg hampir mati… kayaknya menjaga / menolong ciptaan Tuhan termasuk ibadah yang mulia. gmn..?
wie
Leave a Comment