Beberapa Hal (menyebalkan) di Samsung Service Center Bekasi

Cerita bermula ketika seorang adik yang suka ngeblog mendapatkan ‘hibah’ hp CDMA dari seorang kakak yang tentu baik hati, sebuah Samsung SCH-X979. ‘Hibah’ ini bukan tanpa imbalan karena sang adik telah membantu mengamankan domain yang berkaitan dengan usahanya dan membantu mengkonfigurasikan email untuk membantu kelancaran usaha. Sembari kerapkali menyebut-nyebut usahanya di blog ini untuk membantu mengenalkannya ke khalayak ramai. Imbal balik ini tentu saja belum cukup.

Sebelumnya sang kakak menjodohkan hp ini dengan Flexy, lancar-lancar saja. Namun ternyata sang adik belum cukup beruntung karena ketika dia mencoba menjodohkan hp tersebut dengan Fren, si hp menolak dengan mengatakan Insert SIM Card. Pun demikian ketika mencoba menjodohkannya dengan Esia. Utak-atik, bongkar-bongkar; hasilnya sama. Kesimpulan hp ini bermasalah setelah berpindah tangan dan perlu dibawa ke bengkel. Alhamdulillah, di dekat pintu tol Bekasi barat terdapat bengkel resmi Samsung. Judul resminya Samsung Service Center, seperti yang tertera pada papan besar di depannya. Maka dibawalah hp tadi kesana.

Yup, sebelum jauh kemana-mana; sang adik adalah saya dan si kakak tentu adalah kakak saya.

Tepatnya hp tersebut dibawa ke Samsung Service Center Bekasi tersebut pada Senin tanggal 12 Maret 2007. Alhamdulillah, petugas penerima hp mengatakan bahwa hp tersebut masih bergaransi *tercatat tanggal beli pada 1 Juni 2006 sehingga dibebaskan dari segala biaya perbaikan dan biaya pergantian suku cadang jika memang diperlukan. Dijanjikan 2-3 hari akan diberikan kabar atau bisa menelpon langsung ke 0800-112-8888 dengan menyebutkan no layanan, maka bisa ditanyakan status perbaikan.

Sampai hari Rabu telepon kabar yang dinanti tiada kunjung hadir, maka saya berinisiatif menelpon ke 0800-112-8888, dengan menyebutkan no layanan yang tertera pada surat tanda terima dinyatakan bahwa teknisi masih mencoba menginvestigasi dan belum ketahuan hasilnya, nanti akan dikabari. Hari Jumat kembali menelepon ke no 0800-112-8888 dan status yang didapat tidaklah berbeda seperti saat menelepon pada hari Rabu. Kesabaran sedikit terprovokasi, maka keluar pernyataan bahwa apapun situasinya; hp sudah dibongkar atau belum, sudah ketahuan kerusakannya atau belum, tolong teknisinya bisa memberikan kabar via telepon pada hari Selasa. *karena senin libur nyepi

Sampai Selasa sore tiada kunjung hadir pula telepon yang ditunggu, maka coba ditelponlah lagi no 0800-112-8888 dan hasilnya tidak berbeda jauh dengan telepon sebelumnya. Selang 15-20 menit, sang teknisi menelpon dan menyatakan bahwa hp akan dibawa ke Samsung Tomang, bengkel yang lebih besar dalam pikiran saya. Hari Rabu sore kembali mendapat telepon dari Samsung Service Center Bekasi, bahwa hp saya tidak ada masalah dan silahkan diambil. *dugaan keras saya, hp tidak jadi dikirim ke Tomang

Hari Kamis, saya sambangi Samsung Service Center Bekasi, tentu dengan niatan mengambil hp yang katanya sudah jadi dan tidak ada masalah. Bertemu langsung teknisinya dan mencoba memasukkan dua sim card CDMA yang saya punya, Fren dan Esia. Hasilnya masih macet tuh. Si teknisi (berani) menyatakan hp saya tidak ada masalah karena ketika dicoba dengan kartu Frennya tidak ada masalah. *duh, piye tho mbakne? Hp saya diminta untuk ditinggal kembali dan dijanjikan akan diganti komponen yang bermasalah.

Kamis sore saya kembali ditelepon oleh Samsung Service Center Bekasi dan dikabarkan bahwa garansi hp saya telah gugur karena didapati solderan ilegal di bagian dalam. Kalau ingin diperbaiki perlu ganti mesin dengan biaya sebesar 611ribu rupiah.*duh provokasi terhadap kesabaran apalagi ini? Saya bilang akan datang kembali ke Samsung Service Center Bekasi besok alias hari ini alias hari Jumat. Selekas itu saya menanyakan pada kakak apakah hp pernah masuk bengkel ilegal, dia menyatakan hp belum pernah masuk bengkel.

Jumat pagi saya kembali sambangi Samsung Service Center Bekasi dan menyimak penjelasan bahwa garansi hp gugur karena ada solderan ilegal di bagian dalam. Saya dengan menyesal menyatakan bahwa seharusnya hal ini (gugurnya garansi hp) disampaikan sedari awal ketika saya menaruh barang karena bagi orang awam seperti saya hanya mengerti dan mampu melihat rusak atau tidak rusaknya garansi dari segel resmi. Dengan asumsi pernyataan penerima barang bahwa hp saya masih bergaransi itu berarti secara tidak langsung dia menyatakan bahwa segel resmi hp saya masih dalam kondisi bagus, minimal masih bisa diterima sebagai bukti bahwa hp saya belum pernah di bongkar secara ilegal oleh pihak yang tidak berwenang.

Dalam waktu kurang dari 5 menit, sang teknisi membongkar hp saya dan menunjukkan solderan ilegal yang dimaksud. Saya memutuskan mengambil kembali hp yang belum baik itu dan meneruskan hari saya. Untuk 611ribu rupiah, rasanya lebih baik saya menerapkan ilmu lem kuning, lempar tuku maning. :)

Tidak banyak yang saya harapkan, cuma rasanya selalu saja konsumen berada pada posisi yang lemah tak berdaya dan tentu rasanya menyebalkan. Untuk mempertegas situasi, berikut beberapa hal yang saya rasakan dan mudah-mudahan bisa menjadi masukan bagi pihak Samsung Service Center agar tidak lagi ada rasa sebal:

  1. Senin 12 Maret 2007 sampai Rabu 21 Maret 2007, saya tidak paham metode investigasi seperti apa yang diterapkan untuk mengetahui kerusakan hp saya selama rentang waktu tersebut jika toh pada akhirnya teknisi menyatakan bahwa hp saya tidak ada masalah hanya dengan mencoba memasukkan sim card cdma yang dia punya. Bukankah mencoba memasukkan sim card cdma atau bahkan membuka kerangka hp hanya perlu waktu beberapa menit dan harusnya bisa dilakukan sejak hari pertama saya meninggalkan hp saya? Jika memang hp saya belum disentuh, alangkah lebih baik jika dikatakan jujur pada saat ditanyakan status perbaikan melalui 0800-112-8888 bahwa hp saya memang belum diapa-apain, tidak perlu mengatakan bahwa teknisinya masih memeriksa bukan?
  2. Memeriksa hp dengan mencoba memasukkan satu sim card dan kemudian dengan pe-denya berkesimpulan bahwa hp tidak mengalami masalah. Bukankah alangkah lebih baik jika percobaan dilakukan tidak hanya dengan satu sim card? Bukankah juga alangkah lebih baik jika hasil percobaan tersebut didiskusikan dulu dengan empunya hp (via telpon) sebelum meminta untuk datang dan mengambil hp yang dinyatakan tidak ada masalah?
  3. Terkait adegan serah terima barang, alangkah lebih baik jika masalah kemungkinan rusaknya garansi bisa dikomunikasikan sedari awal. Jika memang terlihat segel resmi mengalami ‘penganiayaan’ dan mengindikasikan perbuatan ilegal, maka komunikasikanlah dengan konsumen agar mereka juga bersiap-siap. Tidak kemudian tiba-tiba dinyatakan bahwa garansi rusak padahal sedari awal kita memahami bahwa garansi masih baik karena segel resmi tidak bermasalah. Alangkah lebih baik pula jika pas serah terima barang ini, hp juga langsung dibongkar untuk melihat secara lebih jelas bagian dalam apakah ada indikasi perbaikan ilegal. Dan tidak adakah cara yang lebih aman untuk mengamankan garansi ini selain dengan segel resmi yang kadang tidak lagi dianggap?
  4. Jika kakak saya yang beli hp tersebut dalam kondisi baru bergaransi resmi menyatakan belum pernah membawa hp tersebut ke bengkel, kenapa terdapat solderan ilegal di dalamnya? Apakah ada kemungkinan penjualan hp rekondisi dengan memanfaatkan garansi resmi sehingga seolah-olah barang resmi? Jika demikian, alangkah lebih baik produsen ikut menertibkan atau minimal memberikan informasi kepada masyarakat luas, begitu bukan?

Diambil hikmahnya saja, minimal saya jadi punya bahan buat ngeblog :) dan ya posting ini juga untuk mengukuhkan bahwa para pemasar dan pehumas berhadapan langsung dengan konsumen yang ‘bersenjata’.

Possibly Related Posts:

Readers who viewed this page, also viewed:

Subscribe: get DHIKA DG delivered by email

14 comments

#1 saya!!! on 03.24.07 at 1:42 am

kalo yang beginian aku juga pernah ngalamin di Nokia Care Center Roxy Mas…. termasuk pelanggaran hak konsumen ga?

#2 cahyo on 03.24.07 at 8:23 am

kok kayaknya gambling gitu kalau kita beli suuatu produk ya?

#3 mela on 03.25.07 at 4:42 pm

Sebagai orang yang saat ini bekerja di bidang help service, terkadang memang tidak bisa cepat untuk melayani incident yang terjadi, karena saat itu sedang menangani incident lain. Jadi, harus masuk dalam antrian. dan user/customer diminta bersabar. Ada banyak hal yang bisa membuat follow up dari incident lama, dan pada saat melakukan solving problem si engineernya terkadang ga maksimal karena buru2, jadinya ambil kesimpulan yang belum tentu benar.

Kemaren mela mengalami hal yang sama di XL Center Plaza Semanggi. Pelayanan yang lama gara2 ada satu CS yang nanganin 1 customer lama sekali. Ngga tau apa memang tidak ada batasan waktu untuk menangani user/customer. Bagusnya sih ada, jadi orang ga lama menunggu.

jadi dilema, satu sisi sebagai customer, di sisi lain mela juga bertindak sebagai help desk :D bener kata akh dhika, diambil hikmahnya ^_^ ga dicoba dibawa ke MangDu aja?

*maap commentnya panjang :D

#4 Dhika on 03.26.07 at 12:24 am

#kamu!!!,
kok malah nanya balik? :)

#cahyo,
bukannya judi itu haram mas? :)
posisi konsumen relatif lemah memang.

#mela,
maaf kalo jadi menyinggung situ…
kalo ada antrian saya maklumi, namanya juga bermasyarakat. cuma mbok ya di bilang dari awal bahwa antrian lagi panjang, mungkin perlu waktu sekian lama ndak perlu mbulet2 koyo ngono tho? :)

#5 mela on 03.26.07 at 7:47 am

mbulet2 koyo ngono itu artinya apa akh ^_^

jadi intinya komunikasi yang baik..jadi jelas, begitu bukan? :)

#6 Dhika on 03.26.07 at 11:52 pm

#mela,
:), mbulet2 itu artinya tinggal bilang masih dalam antrian saja karena lagi banyak barang rusak yang masuk, tapi malah memilih ngomong hpnya tengah diperiksa ama teknisinya, belum selesai, nanti kita akan hubungi bapak.
tepat, yang penting katakan apa adanya, komunikatif, tentu dengan kaidah2 yang bijak. begitu.

#7 jaletot on 03.28.07 at 5:54 pm

Salahe dewe wong ndeso nganggo HP

#8 mr.bink on 04.17.07 at 10:29 am

Kalow ane pernah ke Roxy, disitu kan ada stand Samsung yang melayani keluhan atau pertanyaan mengenai fitur HP Samsung. Saya tanya gini gitu, kok kelihatannya petugasnya kurang cakap dalam penguasaan HP Samsung. Saya malah yang sering memberitahu dia..lohh kok kebalik ki piye too…

#9 Dhika on 04.18.07 at 6:40 am

#mr.bink,
lha, gak nyoba nglamar kerja saja sekalian disitu mas? hehehe

#10 ivendaz on 04.24.07 at 11:49 pm

Kalo diperhaiin dari cerita diatas, jelas itu cuman akal-akal si teknisinya aja, dan seharusnya andanya bisa tuntut balik itu service centre, kenapa ada solderan di dalam padahal benda itu udah disegel (garansi), dimana didunia kepabrikan (halah..!) udah jadi kewajiban pemeberian segel garansi sebagai tanda pertanggung jawaban si pabrik beserta kroninya (ya termasuk service centre) bila terjadi kerusakan (apapun) dimana segel pada awal investigasi masih terpasang utuh…. Dan anda bisa claim hal ini ke service centrenya kalo gak berhasil langsung aja ke pabriknya or kantor pemasarannya, kalo masih masih gak berhasil, kirim ‘complain’ ke samsung pusat dikorea sana (samsung headquarter.red) bisa via email/fax, saya jamin pasti ada kompensasinya, kalo emang anda benar, pasti service centre di bekasi ditutup, kantor pemasaran disuruh ganti rugi dan diberikan warning (penalty), wah mereka pasti repot! dan andanya kemungkinan besar dapat ganti rugi….
Maaf, ini bukan provokasi, tapi sebagai ‘orang pabrik’ saya sedikit tahu apa yg terjadi bila ada customer complain.
Dan itu pun kalo anda mau sedikit bergerak, kalo nggak lupain aja..oks?!

#11 Dhika on 04.25.07 at 9:19 pm

#ivendaz,
pikiran kita sama persis, bukti masih berlakunya garansi adalah segel resmi yang mana harusnya diperiksa secara seksama dulu ketika barang diterima pertama kali, kalau ada kejanggalan sama-sama tahu dari awal.
waktu itu mau komplain kirim komplain ke email via web samsung cuma urung karena webnya tidak bersahabat ama firefox, sekarang saya coba kirim lagi :)
thanks atas sarannya.

#12 Dihubungi Supervisor Samsung Bekasi at DHIKA DG on 04.26.07 at 9:40 pm

[…] ITC Ambassador saya mendapat telepon dari penyelia Samsung Service Center Bekasi. Mengkonfirmasi keluhan yang saya sampaikan dan menyatakan minta maaf atas kekurangnyamanan yang saya alami dan minta ketemu untuk membantu […]

#13 Happy Ending Dengan Samsung Bekasi at DHIKA DG on 05.08.07 at 10:35 am

[…] beberapa waktu ‘kisruh’ dengan Samsung Bekasi, alhamdulillah terhitung kemarin sudah diselesaikan dengan baik alias happy ending; […]

#14 YLPI on 10.31.07 at 12:53 pm

Kalo ada masalah dengan HP hub teman saya saja..,mukhtar ( satu “payung” dengan nt ) di Pulo Gadung Trade Centre…,0818708586…,numpang promosiin…,biar ada traktiran,hehehe…., Salam2 buat Pak. Bambang Eko, ditunggu “gebrakannya”

Leave a Comment