Alasan Mengevakuasi Diri

Tidak sedikit orang yang memaksakan diri tetap bertahan di rumahnya, meski banjir telah merendam dan berkecenderungan terus naik. Mereka tentu punya alasan tersendiri, meski menurut saya pilihan bertahan di rumah ketika banjir melanda bukanlah keputusan bijak.

Jalanan utama perumahan telah terendam banjir setinggi dada saya, meski air baru masuk ke rumah sebatas mata kaki ketika saya (menganjurkan) mengevakuasi keluarga (dan diri) sewaktu banjir melanda kemarin. Saya tentu punya pertimbangan sendiri, berikut diantaranya:

  1. Terputusnya aliran listrik, air dan sambungan telepon ditambah tersumbat dan meluapnya air di saluran mck. Hal yang biasa terjadi jika banjir melanda
  2. Banjir bisa saja cepat surut, bisa pula merendam berhari-hari. Relatif sulit untuk memperkirakan hal ini dan kenyataannya air bisa saja lekas surut untuk kemudian datang merendam kembali pada rentang waktu yang tidak terlalu lama.
  3. Saya merasa bakal kesulitan untuk melakukan aktifitas ke belakang dan sholat.
  4. Benda berharga saya hanya sedikit relatif tidak ada, kecuali koleksi buku-buku dan komputer pribadi. Saya copot dan bawa HDnya yang berisi simpanan data bertahun-tahun ketika mengungsi kemarin.
  5. Ancaman penyakit dan terisolasi jika banjir terus naik dan merendam berhari-hari. Komunikasi bisa dilakukan menggunakan telepon genggam, namun daya tahan battery tetap terbatas tho.
  6. Potensi lebih produktif jika bisa keluar dari lokasi banjir, dibanding berdiam saja di rumah menunggu air surut.

Anda tentu punya pertimbangan sendiri juga untuk memutuskan apakah memilih untuk tetap bertahan di rumah ataukah mengevakuasi diri jika dihadapkan dengan situasi yang sama.

Alhamdulillah banjir di rumah telah surut sejak sore kemarin. Semalam sebagian lumpur di dalam rumah telah coba dibersihkan dan pagi ini ‘perjuangan’ akan kembali diteruskan. Ada yang berminat bantuin? :)

, ,

Possibly Related Posts:

Readers who viewed this page, also viewed:

Subscribe: get DHIKA DG delivered by email

15 comments

#1 Dewi on 02.05.07 at 9:41 am

Dhika, gmana khabar kamu n keluarga? maish bersih2 yah? smoga airnya ga dateng lagi bro.

#2 pandri on 02.05.07 at 10:24 am

salah satu alasan mereka yang banyak saya dengar dari radio adalah : “menjaga harta benda”. mau bantuin sih, tapi harus menerobos sungai jakarta-bekasi” dulu dong? :) semoga diberi ketabahan dan kesabaran yah kang, amin.

#3 iman on 02.05.07 at 1:50 pm

yaaa….samaaa dong nasibe

#4 useone on 02.05.07 at 2:10 pm

setuju bgt tuch dik,
pilihan bijak untuk mengevakuasi diri, lebih produktif dibanding yang memilih bertahan, tapi bersungut-sungut ketika bantuan makanan tak kunjung datang.

#5 achedy on 02.05.07 at 5:31 pm

Alhamdulillah, kalau Surabaya aman-aman saja, mungkin karena tidak dikelilingi daerah yang lebih tinggi.

Ah, apa enaknya ibukotanya dipindah ke Surabaya aja yah ? Halah …

#6 Dhika on 02.06.07 at 7:34 am

#Dewi,
bersih2 dah kelar bune, yg tinggal adalah capek dan pegel. btw, tempatmu piye?

#useone,
kalo itu emang parah wo, harusnya memang semua ngungsi ke suatu tempat yg relatif aman sehingga distribusi bantuan juga relatif mudah. kalaupun mau jagain harta, ya cukup 1-2 orang saja yang tinggal.

#achedy,
atau surabaya yang ndak banjir saja yang dipindah ke jakarta?

#7 Irma Citarayani on 02.06.07 at 10:25 am

alhamdulillah kalau sudah surut banjirnya dhik. nemu apa aja tuh waktu bersih2 banjir?? tante saya tinggal di delta pekayon,deket juga sama kali tapi alhamdulillah banjirnya kali ini hanya semata kaki saja di depan rumah beliau, walaupun lumpur jadi mengotori rumahnya…

#8 feR1 on 02.06.07 at 10:49 am

moga cepet kelar ya dan banjir nya cepet surut. Tak bantuin doa aja ya… :) tetep semangat!

#9 maknyak on 02.07.07 at 2:57 pm

ikut prihatin. semoga diberi keselamatan semuannya. amin.
*deg2an khawatir dengan abah di Pekalongan*

#10 Masim Vavai on 02.07.07 at 4:26 pm

Saya mau bantu-in mas, tapi berapa tarifnya, hehehe…

Lekas kering deh mas, lekas beres juga. BT banget kalo banjir lama-lama…

#11 Dhika on 02.08.07 at 7:06 am

#maknyak,
pekalongan emang mulai banyak genangan karena saluran air makin sempit, cuma mudah2an ndak separah jakarta.

#Musim Vavai,
banjir dah surut mas, rumah dah bersih, tinggal pegel2nya nih, mau bantuin pijit? :)

#12 dini on 02.12.07 at 12:10 pm

(Cuma bisa?) ikut prihatin…
Idem sama mas FeR1, ikut bantu doa yah…
Rumahku - Alhamdulillah - ndak kebanjiran tapi kami terkepung sama banjir di Ciledug Indah and Cipulir :p
Halah, yang terakhir gak penting amat sih!

#13 ida_k on 02.12.07 at 1:10 pm

Nasib… nasib…
Di utara, mungkinkah ada hubungannya dgn politik pintu air Bang Yoss? Wallahu a’lam bis showab.

#14 bim2aliasbima on 02.17.07 at 11:49 pm

wah bang… besokbesok kalo banjir ngungsi ke rumah ane aja… relatif aman, tapi ya itu! kemanamana sulit. lha wong banjir semua akses keluar. tapi tenang… lilin di toko umi masih buanyak.
semoga sebagai ujian penambah iman. amin…

#15 Hanafi on 02.19.07 at 6:07 am

InsyaAllah Dhika selalu sabar sehingga naik derajat dihadapan Allah SWT. Kata Imam Ghazali, definisi sabar itu: “tahan terhadap sesuatu yang kita tidak sukai.,”

Hmmm.. gampang diucapkan tapi berat dijalani ya..

InsyaAllah antum bisa..

Leave a Comment