Sebuah email masuk dari sebuah perusahaan multinasional untuk bisa dibantu masalah pengadaan kemeja batik sutra dengan selendang sutranya dalam jumlah yang fantastis. Semuanya kembar untuk sebuah acara. Waktu yang tersedia tidak cukup banyak untuk menyiapkannya, jelas ini bikin pusing.
Berikutnya masuk telepon dari seseorang yang mengaku dari sebuah PH, menanyakan apakah tempat produksi batiknya di Pekalongan bisa dikunjungi untuk diliput. Jelas ini bikin deg-degan, meskipun follow-up emailnya belum juga kunjung datang.
Banyak telepon dan email masuk menyatakan maksud ingin langsung mengunjungi secara offline lapak Pasar Batik. Ini juga tidak kalah bikin senang sekaligus deg-degan, lha wong Pasar Batik cuma sebuah ruang tamu (rumah mertua lagi) yang disulap jadi ‘gudang’.
Ini semua masalah, namun menggembirakan; happy problems.
*foto diambil dari sini





