Entries from October 2007 ↓
October 28th, 2007 — Blogosphere

Selalu saja menyenangkan untuk bisa berpartisipasi dalam sebuah perhelatan; saling sapa dengan banyak orang, berbagi energi positif, berbagi kartu nama dan cinderamata dan tentu tidak lupa acara makan-makannya yang tentu saja gratis. Inilah gambaran umum yang terjadi dalam Pesta Blogger 2007 kemarin.
Terlampau banyak untuk saya tuliskan siapa saja yang saya jumpai kemarin, orang tiap ketemu langsung bertukar sapa, ngeblog membuat kita sudah seperti kawan lama padahal baru nyata bertemu kemarin. Yang pasti ternyata bu Lita dan mas Priyadi jauh dari yang saya bayangkan, bang Enda juga ternyata tidak se-nasution yang ada di pikiran.
Continue reading →
October 17th, 2007 — Blogosphere
CONFIRMED, kata ajaib itu yang saya tuliskan pada kolom Subject ketika merespon undangan Pesta Blogger 2007 yang dikirimkan oleh kang Enda. Undangan dikirim 12 Oktober yang lalu, namun baru kemarin saya respon. Melimpahnya penganan lebaran di kampung membuat saya selalu menunda untuk lekas meresponnya. *semoga ada hubungannya. Masalah konfir mengkonfirmasi dan hadir menghadiri ini memang semarak mengiringi lebaran kali ini.
Di tengah riuh rendah dan gegap gempita ranah perblogan Indonesia, satu lagi kata ajaib yang mempunyai daya kanuragan yang hampir tiada banding adalah: (blog) favorit. Dan daya kanuragannya makin mumpuni ketika Pesta Blogger 2007 mencoba mengakomodasi dan membuktikan betapa ajaibnya kata ini dalam keriuhan pesta kali ini.
Posting ini bukan hendak memprovokasi situasi, lha wong nominasi untuk tahap pertama ini sudah ditutup pada 16 Oktober kemarin kok. *apa tho yang dimaksud dengan nominasi tahap pertama? akan ada tahap kedua dst? Kalaupun disebut sebagai rasionalisasi, rasanya kok masih terlampau berat. Kita sebut saja sebagai penyemarak, meski saya juga bukan pemandu sorak.
Continue reading →
October 14th, 2007 — Personal, Islam
Selamat Idul Fitri 1428 H, mohon maaf lahir dan batin.
Terima kasih buat rekan-rekan yang telah berkirim salam melalui SMS dan media lainnya, insyaAllah saya sudah memaafkan (dan tentu melupakan) segenap cela sikap, kata dan perbuatan yang tentu adalah bagian wajar dalam interaksi.
Mudah-mudahan rekan-rekan semua juga punya cukup kelapangan hati untuk memaafkan segenap cela yang pernah saya dan keluarga torehkan dalam interaksi. 