Entries from January 2007 ↓
January 29th, 2007 — Personal

Alhamdulillah telah sampai di rumah kembali setelah setengah harian perjalanan dari Pekalongan. Dikejutkan oleh bungkusan yang dihantarkan melalui layanan RPX. Samar-samar terbaca isi barang adalah makanan kering dan pengirimnya adalah mbak Riana. Langsung buru-buru saya buka karena tertera tanggal pengiriman 25 Januari 2007.
Aha, nampak 6 muffin didalamnya, meski tampangnya sudah agak berantakan namun tetap menggoda untuk dicoba dan pastilah luar biasa rasanya karena keluar dari dapur Pennylane yang sudah kesohor namanya.
Ini adalah buah dari komentar saya *bercampur teror yang ternyata diseriusi adanya dan benarlah setelah dicoba rasanya benar-benar luar biasa. Tanpa terasa sudah lebih dari dua langsung kandas seketika, ah yang coklat benar-benar muantap rasanya. *apa tho namanya mbakne, bentuknya mirip semua Terima kasih seutuhnya buat mbak Riana dan jangan sungkan untuk kirim-kirim lagi ya. 
January 25th, 2007 — Personal, Books
Malam ini saya akan bertolak ke Pekalongan; ya numpang kangen, menghadiri undangan seorang kawan, sekalian membawakan buku-buku untuk sahara hasil ‘memalak’ beberapa kawan yang saya pikir memang layak dipalak.
Alhamdulillah, beberapa kawan dekat di klub sastra Bentang telah merelakan sebagian koleksi bukunya untuk disumbangkan ke sahara. Yang pertama adalah Perca, sekonyong saya sms mengenai sahara, sekonyong itu pula dia mengiyakan bersemangat membantu. Sekonyong saya mengkonfirmasi kembali mengenai hal tersebut, sekonyong itu pula saya diminta datang ke rumahnya untuk mengambil setumpuk buku buat sahara; walhasil ransel sayapun seakan tak muat dibuatnya.
Continue reading →
January 19th, 2007 — Gadget

Persis setelah saya melakukan pemutakhiran peranti tegar, tiap kali menghidupkan E61 maka muncullah pesan ajaib seperti di atas dengan didahulukan oleh tampilan yang tidak kalah ajaib ini. Secara saya jarang mematikan (yang juga berarti jarang menghidupkan kembali) HP, maka saya belum terlalu ambil pusing masalah tersebut. Sampai kemudian koh Antony membahasnya dan pagi ini setelah saya coba, alhamdulillah pesan ajaib itupun tiada muncul kembali. Terima kasih.
January 13th, 2007 — Entrepreneurship
Sehari kemarin saya berada di Cimahi, berkunjung ke markas JPG Technology. Kunjungan yang sudah direncanakan 2 hari sebelumnya. Saya memang sekedar menemani Amir, seorang kawan yang mencoba melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka usaha isi ulang tinta printer dengan bantuan MagickInk, salah satu solusi bisnis yang ditawarkan oleh JPG Technology. Alasannya sederhana saja, tiap hari ada saja pelanggan toko komputernya yang menanyakan apakah dia juga melayani isi ulang tinta printer. Dia belum menguasai seluk beluk isi ulang tinta printer, dia tidak menolak permintaan pelanggannya itu, tapi tidak juga dikerjakannya sendiri, dia bawa lagi ke tempat lain dan dia tidak mendapat keuntungan apapun, hanya bagian dari layanan tambahan buat pelanggan saja. Dan sekarang dia berpikir bahwa sudah saatnya dia punya sayap layanan isi ulang tinta printer sendiri. Dia mengaku sudah sedari beberapa waktu yang lalu mendaftar untuk ikut MagickInk dan sudah memberikan DP sehingga cukup membayar dengan skema investasi lama sebesar 5jt *sekarang sudah menjadi 8,5jt.
Continue reading →
January 9th, 2007 — Blogosphere, Opinion
Dunia ini kejam bukan karena pelakunya, tetapi karena orang yang tahu tetapi diam saja.
- anonim -
Seingat saya, kalimat ini saya dapatkan dari foto utama halaman depan koran Kompas *entah tahun kapan, lupa yang waktu itu menampilkan seorang gadis kecil yang tengah berunjuk rasa menentang peperangan dengan membawa sebuah papan bertuliskan kalimat di atas dalam bahasa asing.
Kalimat yang sederhana, namun terus terngiang dalam benak, seringkali membuat gundah setiap kali hendak tidur; “apakah saya termasuk golongan yang membuat dunia ini (nampak) kejam karena mendiamkan banyak hal yang seharusnya tidak didiamkan?” Dan tidak jarang menjadi semacam tolakan berpikir dalam beberapa tindakan.
Continue reading →
January 6th, 2007 — Art, Notes
“Ow! Begitu. Apakah dalam referensimu, kebebasan adalah semacam rasa pikun akan kehadiran Tuhan? Lalu di mana sebenarnya kita berdiam? Sejak kapankah dirimu menciptakan bumi untuk kau tinggali bersama kebebasanmu yang absurd itu? Bahkan di atas sebutir pasir pun, kau tak memiliki zona bebas bercinta, tanpa merasai kehadiran-Nya.”
Kejora dalam Geni Jora (hal.10), sebuah novel oleh Abidah El Khalieqy.
January 4th, 2007 — Personal, Notes
Wis, br sj rampung ifadoh dn sai. Saat sai yg mengenang kegigihan siti hajar, sy terkenang kegigihan ibu yg selama ini jg telah berjuang mati2an membesarkan 5 anaknya. Sepanjang sai 7 putaran, sy tak henti2nya menangis tersedu2 mengenang kegigihan ibu yg spt siti hajar: selalu berjuang demi kebaikan anak2nya…
Kutipan pesan dari kakak tertua melalui layanan pesan singkat yang masuk ke inbox semalam langsung dari tanah suci Mekah di penghujung penunaian rangkaian ibadah haji. Cobalah bertanya pada sosok ibu yang tengah duduk di dekat Anda, buat apa beliau melakukan ini semua. Demi anak-anak, hanya itu kalimat jawaban yang pasti terhantar dari mulutnya. Terima kasih ibu.
*buat saya, setiap hari adalah hari ibu!
Ibu