Entries from November 2006 ↓

Time to Fly

“A memory is what is left when something happens and does not completely unhappen.” - Edward de Bono

Setelah hampir 3 tahun berjibaku dengan dunia yang penuh keajaiban, maka saatnya kembali mengepakkan sayap meneruskan petualangan bersama sang mentari.

Tentu bukan hal yang sederhana untuk dieksekusi. Ah, ‘perpisahan’ hanyalah masalah dimensi ruang dan waktu, teknologi harusnya mampu menjembatani. Terima kasih rekan atas segenap keceriaan yang terpatri dan mohon maaf atas segenap keculasan yang terjadi.

Jika hendak ikut menikmati petualangan saya bersama sang mentari, sila subscribe saja blog ini. :)

Demokrasi Hanya Buat Negara (yang sudah) Maju

Itu kata bapak ketika kemarin berkunjung ke Jakarta, biasalah nengokin anak-anaknya *masih pada utuh gak? :) sekalian nemenin ibu nyamperin bakul-bakul (pedagang); nawarin dagangan model baru sekalian nagih utang, namanya juga pedagang.

Meski sembari melakukan persiapan berangkat ke kantor, saya coba menyimak dengan seksama:
“Amerika, negara-negara Eropa dulu hidup dengan perbudakan, kemudian menjajah negara-negara lain, baru setelah negara jadi maju demokrasi dibuka”.
“Nah ini Indonesia, negara miskin; mau-maunya jadi mainan Amerika”
“Pemimpin otoriter, represif itu tidak masalah asal amanah; rakyat bisa mendapat hasilnya.”
“Salahnya Suharto itu represif tapi tidak amanah; buat kepentingan sendiri!”
Continue reading →

Shar-e, PIN dan TIN Yang Salah Cetak

Kamis pekan lalu saya mencoba membeli produk Shar-e (dibaca: syar’i) dari bank Muamalat. Produk ini agak sedikit berbeda dengan tabungan Ummat yang telah saya punya, meski sama-sama berjenis tabungan namun shar-e tidak menggunakan buku tabungan, hanya diberikan kartu yang berfungsi pula sebagai kartu ATM. Penyetoran bisa dilakukan di kantor cabang Muamalat ataupun di kantor pos yang bertanda khusus, sementara penarikan hanya boleh dilakukan melalui gerai ATM. Bukan tanpa maksud saya membeli produk ini, saya merencanakan shar-e ini untuk menyimpan dana pengajian orang-orang dekat rumah, secara saya diminta menjadi tukang pegang uang padahal saya bukanlah tukang catat keuangan yang baik. :)
Continue reading →

E61, Si Kalkulator Saintifik

Kalkulator SaintifikAlhamdulillah, tepat sepekan saya dipercaya menggunakan telepon genggam yang dikatakan oleh kolega di kantor lebih mirip kepada kalkulator saintifik ini. Tebakan saya, sebenarnya dia hendak mengatakan mirip Blackberry, cuma mungkin terlanjur tidak enak hati saja. :)

Paling menarik adalah fitur konektifitasnya yang cukup lengkap, namun saya baru menggunakan IP Passthrough untuk berbagi hubungan internet dengan PC melalui kabel data. Masih mencari ide bagaimana IP Passthrough ini bisa dilakukan dengan koneksi blutut, memungkinkankah? Dan juga masih mencoba membuat akur ‘kalkulator’ ini dengan koneksi nirkabel yang tersedia di kantor, ada yang mau berbagi pengalaman?
Continue reading →

Mengudara Dengan Wablet


Seorang kawan mengira saya telah berpindah kantor karena tiba-tiba nampak mengudara pada layanan YM. Bukan, saya belum berpindah kantor, ini semua gara-gara semalam menerima undangan dari wablet untuk ikut mencoba layanan yang dinyatakan masih bersifat private alpha. Seperti tertuang pada halaman depan situsnya, wablet menyebut dirinya sebagai Caller ID for the web, sebuah layanan komunikasi berbasis web yang memungkinkan orang berhubungan secara interaktif dan hidup. :)

Wablet is a web-based communications platform that integrates caller ID to allow anyone to connect with anyone from a web page. Wablet makes websites LIVE & INTERACTIVE.

Continue reading →

FYI, Telkom Speedy

Telkom SpeedyPenampakan yang cukup melegakan untuk sementara ini, membuat saya tidak terlalu bimbang untuk membolehkan Load Images merujuk pada angka batas yang telah bertambah.

Pengumuman resminya juga cukup melegakan, meski cukup membuat gonjang ganjing pada awalnya, meski paket promosinya keluar lewat dari bulan Oktober seperti yang dijanjikan semula, meski ternyata _cuma_ promosi sampai 31 Desember 2006 dan bukannya turun tarif permanen seperti yang saya bayangkan (atau impikan?).

Kalimat yang cukup menggundahkan adalah pada “..diskon dapat berbeda di masing-masing kota..”; kok dia bisa dapat modem gratis, saya tidak? kok saya bayar aktivasi cuma 100rb sementara dia gratis? kok saya bisa dapat potongan harga berlangganan, dia tidak? Menjadikan dorongan hati saya untuk bersyakwa sangka (buruk) pada (permainan petugas) Telkom Speedy lebih besar dari seharusnya karena samar saya terhadap skema kebijakan resminya.

Alangkah menariknya jika pihak TelkomSpeedy membuat blog korporat. Semua masalah (komunikasi) bisa diselesaikan dengan blog kata seorang kawan.

RSS Dan Flickr

Bermain bola di Kuta

Tanpa bermaksud secara serius menjawab kegelisahan cak Edy, saya memang kadung kesengsem sama Flickr. Meski dengan memilih layanan yang tidak berbayar menjadikan jumlah foto yang berhak tampil hanya 200 buah, hanya disediakan 3 set album foto dan beberapa batasan lain, toh saya masih bisa bermain-main dengan tags, menentukan siapa yang berhak memandangi karya saya, membuat saya lebih tahu mengenai sebuah foto, menyisipkan pertunjukan dan sangat mungkin masih banyak ‘kejutan’ lain dari Flickr yang belum saya ketahui. Dan yang pasti (hampir) semuanya bisa diRSSin, ya hal ini penting buat saya.

Dengan RSS, minimal saya lebih mudah untuk mengetahui (melalui pembaca RSS saya) unggahan foto terbaru dari kawan-kawan, respon terhadap komentar yang saya buat dan respon terhadap foto yang saya unggah. Ya, saya baru tahu kalau foto yang saya sisipkan di atas dijadikan foto favorit oleh Laihiu. Dan siapa tahu kedepan mungkin ada yang mau berbaik hati memberikan saya akun berbayar. *norak-norak deh :)

Btw, foto yang saya sisipkan diatas adalah salah satu foto ‘oleh-oleh’ dari perjalanan (dinas) ke Denpasar pada Ahad-Rabu kemarin. Sila simak selengkapnya disini.