Entries from April 2006 ↓
April 28th, 2006 — Personal, Islam
Rabu malam lalu saya dan beberapa kawan berkesempatan silaturahim ke rumah ustad Mahfud Shiddiq di komplek Iqro di bilangan Pondok Gedhe. Saya tidak begitu mengenal secara personal selain tahu bahwa beliau dipercaya sebagai ketua Fraksi PKS di DPR RI, lebih banyak berinteraksi melalui tulisan-tulisan beliau di buku, majalah maupun internet.
Rumah beliau tidak begitu jauh dari tempat saya tinggal namun hujan lebat yang mengguyur rata sedari sore membuat jalanan tergenang air melahirkan kemacetan, namun janji harus tetap tertunai. Isya telah lewat ketika saya sampai di masjid di komplek Iqro, saya tunaikan sholat Isya terlebih dahulu sebelum meneruskan ke rumah ustad Mahfud yang (katanya) tidak jauh dari masjid. Sampai di rumah beliau, langsung disambut dengan keramahan yang hangat dan diminta masuk ke halaman samping menuju beranda atas. Telah tersedia beberapa penganan dan teh di atas hamparan tiga buah matras, nampaknya beliau memang sudah menanti kehadiran kami. Hhmm…kalau saja seorang kawan tidak memberitahu, saya tidak akan menyangka kalau rumah sederhana persis di pojokan cenderung terjepit ini adalah rumah seorang ketua fraksi PKS DPR RI, sebuah partai politik yang konon katanya ‘ajaib’.
Continue reading →
April 25th, 2006 — Internet

Alhamdulillah, pagi ini mendapat undangan untuk mencoba Yahoo! Mail Beta. Tanpa perlu banyak pertimbangan langsung saja saya sambut undangannya.
Continue reading →
April 24th, 2006 — Personal, Photography
Rahilla Sekar Salma (Rachel), lahir 6 Maret 2006, putri pertama pasangan Astrea Kejora (mbak Jois) dan Abdul Shomad (mas Shomad), cucu kelima keluarga Farid Akhwan.
*beberapa jepretan hasil pulang kampung kemarin…:)
Rachel
April 22nd, 2006 — Crispy Links
Buat yang di Bandung dan sekitarnya, ada pameran dan workshop origami nih. Katanya sih pertama kalinya di Bandung, yang pasti instrukturnya bersertifikat asli dan langsung dari Jepun sana je..:)
April 22nd, 2006 — Personal, Social
Definisi ruang tunggu eksekutif merujuk pada pengelola Stasiun Gambir adalah sebuah ruang dengan banyak kursi dan meja semacam di resto, tidak terlalu dingin dan ditambah sedikit aroma khas sampah karena (mungkin) salah kelola, kamu harus memesan sesuatu pada petugas yang berpakaian hitam putih dan membawa daftar menu ketika sudah duduk atau terpaksa diusir jika tidak memesan sesuatu (dua orang pemuda dipersilahkan duduk di luar ruangan karena tidak hendak memesan apapun selama saya duduk disitu), di ruangan ini kamu juga dimohon tidak membawa makanan dan minuman dari luar. Oya, sepertiga ruangan juga dipakai sebagai jalur tembus hilir mudik penumpang.
Hhhmmm….penyalahgunaan ruang publikkah?..:)
Btw, ini pengalaman ketika menunggu kereta Argo Bromo jurusan Jakarta - Surabaya dalam perjalanan pulang ke Pekalongan kemarin. Saya tengah di Pekalongan sampai Ahad malam..:)
Gambir,
KA
April 15th, 2006 — Personal
Saya tidak begitu mengenal karya-karyanya, namun teman-teman milis Klub Sastra Bentang menjadi gegap gempita begitu menyadari kesertaannya di milis dan tidak sedikit penulis muda yang merasa perlu mendapat masukannya. Kurnia Effendi yang biasa dipanggil Kef, belakangan saya menjadi tahu kalau dia penulis senior, berkibar sejak era 80an, jamannya majalah Anita Cemerlang.
Yang selalu menarik adalah tulisan naratif deskriptifnya di milis mengenai laporan perjalanan perbincangan sastra yang dilaluinya, aktifitasnya menghadiri banyak acara sastra ditambah perbincangan dengan banyak kenalan pekerja sastra yang dijumpainya. Saya pikir menarik jika dia mau menuliskannya di blog. Saya mencoba memprovokasinya dan ternyata gayung bersambut, meski dia mengaku gagap teknologi. Maka terjadilah pertemuan jumat siang tadi untuk menseriusi sebuah provokasi, membuat blog.
Continue reading →
April 14th, 2006 — Blogosphere, Personal
Beruntunglah saya karena secara ‘tidak sengaja’ menonton Kick Andy semalam dengan bintang tamu Tiara Lestari.
Bukan (sekedar) karena mbak Tiaranya, namun karena disinggung diskusi mengenai blognya. Membicarakan blog di media mainstream tentu membawa efek publikasi yang luar biasa. Diskusi tersebut juga menunjukkan betapa blog telah mampu membuat sebuah positioning bagi seorang Tiara, menjadi sebuah media komunikasi yang (relatif) konstruktif dan agaknya cukup memberi andil (pertimbangan) dalam dia mengambil sebuah sikap (bener gak mbakyu?).
Continue reading →